#Wisata#Lampung

Pulau Mahitam Diharap Jadi Pemicu Geliat Ekonomi Warga Sekitar

( kata)
Pulau Mahitam Diharap Jadi Pemicu Geliat Ekonomi Warga Sekitar
Wisatawan mengunjungi Pulau Mahitam, Kabupaten Pesawaran menikmati pasir putih dibibir pantai. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pariwisata maritim di pesisir Lampung kembali dibuka usai libur Lebaran, kenaikan Isa Almasih, dan waisak. Wisata maritim yang meliputi pantai, laut, dan bawah laut merupakan objek yang banyak dikunjungi wisatawan dan dinilai mampu menggerakan ekonomi masyarakat sekitar.

Seperti yang terpantau di destinasi wisata Pulau Mahitam, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran yang kembali dibuka sejak Sabtu, 29 Mei 2021. Destinasi wisata yang masuk dalam peta Kawasan Strategis Nasional (KSN) ini mulai ramai dengan pengunjung dari luar Pesawaran, seperti Bandar Lampung, Pringsewu, dan beberapa daerah lainnya.

Baca: Pemkab Gelar Sekolah Penggerak untuk Genjot Pariwisata di Lambar

 

Pulau Mahitam memiliki kekhasan pasir timbul yang membentang di bibir pantai. Ketika cuaca mendukung, maka pasir putih yang timbul bisa dilalui pengunjung dengan berjalan kaki menyebarang dari Pantai Ketapang Bahari menuju Pulau Mahitam sembari menikmati pemandangan pohon mangrove yang ditanam warga sekitar dan penggiat lingkungan.

Ketika sampai di Pulau Mahitam, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp.30.000,-/orang untuk menikmati suasana alam dan pantai berpasir putih. Selain itu ada juga wahana kendaraan all terrain vehicle (ATV), jetski, kano, sepeda air, sepeda MTB, buggy car, donat boat, banana boat, dan sebagainya. Di dalam pulau juga tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Saya bersama teman-teman sengaja datang ke sini karena terjangkau untuk kita-kita. Pantainya bersih, pasirnya putih, terus ada pasir timbulnya bagus untuk spot foto," kata Putri Anisa, warga Pringsewu yang berwisata di Pulau Mahitam, Minggu, 30 Mei 2021.

Pengelola Pulau Mahitam, Dodi Irawan mengatakan bahwa pulau dengan luas 18 hektare ini sengaja menerapkan konsep wisata yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga merangkul masyarakat sekitar untuk menggerakan roda ekonomi kerakyatan. Setelah adanya izin, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan memasang tiga unit mesin tapping box di Pulau Mahitam untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten setempat. 

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Pertahanan dengan Nomor: B/983/V/2021 tertanggal 19 Mei 2021 sebagai implementasi Peraturan Pemerintah tentang Penetapan KSN perlu adanya Surat Izin Sementara kepada Pemda Kabupaten Pesawaran dalam pemanfaatan Pulau Mahitam sebagai daerah destinasi pariwisata.

"Konsep kita ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat dengan menyiapkan kedai sebagai warung dagangan, dan nelayan yang menyediakan perahu untuk angkutan wisatawan," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar