#satpamtewas#ditusuk#lamtim#beritalampung#kriminal

Pulang Nonton Organ Tunggal, Satpam Pasar Tewas Ditusuk 

( kata)
Pulang Nonton Organ Tunggal, Satpam Pasar Tewas Ditusuk 
Ilustrasi (Google image)


SUKADANA (Lampost.co)-– Satpam Pasar Kecamatan Sekampung, Ferdian Hermanto alias Kemes (25), Jumat (9/11/2018) dini hari tewas setelah diduga dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal, di perempatan jalan raya Dusun III, Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lamtim.


Warga Desa Giri Klopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lamtim itu, mengalami luka tusuk di bagian perut.

Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, di sekitar lokasi kejadian, Jumat (9/11/2018) menyebutkan kejadian naas tersebut bermula ketika korban Ferdian Hermanto pada Kamis (8/11/2018) sekitar pukul 23.30 menonton hiburan organ tunggal di Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari.

Saat sedang menyakiskan acara tersebut terjadi keributan antara sesama penonton. Melihat hal itu korban kemudian menghampiri bermaksud melerai dengan memukuli orang-orang yang sedang ribut tersebut hingga persoalan keributan itu dapat dilerai.

Sekitar pukul 24.00 acara hiburan organ tunggal tersebut bubar, dan korban sendiri kemudian beranjak dari lokasi tersebut berniat pulang kerumahnya. Namun dalam perjalanan pulang pada Jumat (9/11/2018) dinihari, korban dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal persis di perempatan jalan raya Dusun III, Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari.

Selanjutnya terjadi cekcok antara korban dengan salah seorang dari kelompok orang tak dikenal tersebut yang berujung perkelahian hingga mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri. Melihat korban bersimbah darah, sekelompok orang tak dikenal itupun kemudian langsung kabur melarikan diri.

Sementara kroban yang sudah bersimbah darah mendapatkan pertolongan warga sekitar yang kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sayang karena luka yang diderita cukup parah dan banyak mengeluarkan darah, korban akhirnya tewas dalam perjalanan saat menuju rumah sakit.

Peristiwa ini sedang dalam penyelidikan oleh pihak Kepolisian setempat. 

Djoni Hartawan Jaya








Berita Terkait



Komentar