#pemukulan#kekerasananak#persidangan

Pukul Murid Pakai Peci, Guru Ngaji Divonis 1 Tahun Penjara

( kata)
Pukul Murid Pakai Peci, Guru Ngaji Divonis 1 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus kekerasan anak. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Agit Syahputra atau AG (18) warga Sukarame, Bandar  Lampung seorang guru mengaji divonis 1 tahun penjara karena terbukti memukul muridnya menggunakan peci. Sidang vonis digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 6 Januari 2020.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Aslan Ainin mengatakan terdakwa Agit Syahputra atau AG terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa terdakwa melakukan penganiayaan terhadap muridnya.

"Terhadap terdakwa, divonis selama 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta atau subsider 1 bulan penjara," kata Aslan Ainin.

Dia menjelaskan bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal tentang Perlindungan Terhadap Anak sebagaimana Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 76C UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti PP Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Hal yang memberatkan terdakwa, terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak dan hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan tidak pernah dihukum," ujarnya.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Oktavia Mustika yang menuntut terdakwa 2 tahun penjara dan denda denda Rp100 juta atau subsider tiga bulan penjara.

"Terdakwa terbukti memukul saksi Imam Mahdi (IM) dengan manggunakan peci milik saksi Iqbal dibagian telinga sebelah kiri sampai leher berulang kali sebanyak 20 kali hingga peci tersebut robek," kata Oktavia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar