#nasional#kesehatan#virus-corona

Publik Didesak Ikut Memutus Mata Rantai Korona

( kata)
Publik Didesak Ikut Memutus Mata Rantai Korona
Warga beraktivitas di rumahnya di Kelurahan Mappala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 25 Maret 2020. Foto: Antara/Arnas Padda

Jakarta (Lampost.co) -- Masyarakat diharap mematuhi maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis terkait pencegahan virus korona (covid-19). Publik diminta tidak keluar rumah untuk berkumpul.

"Jangan sampai kita menjadi korban. Tapi kita jadi pemutus virus korona," tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 Maret 2020.

Menurut dia, penyebaran virus tidak akan bisa dikendalikan jika masyarakat tidak mematuhi anjuran tetap di rumah. Polisi terus berpatroli demi memastikan seluruh masyarakat mematuhi anjuran itu.

Jenderal bintang satu itu menyebut Korps Bhayangkara akan mengutamakan edukasi kepada masyarakat saat menjalankan patroli. Namun, Polri tidak segan membubarkan paksa kegiatan warga jika mengeyel tetap berkumpul.

"Satu, dua, sampai tiga kali masih kita imbau, dan kemudian jika tetap membandel ya kita bubarkan. Ada beberapa yang dibubarkan di Jawa Timur karena membandel, itu kita bubarkan," ujar Argo.

Esk Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya itu menyebut beberapa orang yang membandel dibawa ke kantor polisi setempat. Mereka baru dibebaskan setelah membuat pernyataan tak mengulangi perbuatannya lagi.

"Jadi, polisi mengedepankan preventif humanis dengan harapan kesadaran masyarakat tumbuh sendiri untuk menjaga. Jangan sampai penyebaran virus ada di lingkungan," tutur Argo.

Sementara itu, jumlah pasien positif covid-19 di seluruh Indonesia per Senin, 30 Maret 2020, mencapai 1.414 kasus dengan 129 di antaranya kasus baru. Sebanyak 75 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 122 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

Pasien positif penyakit dengan gejala flu, demam, hingga sesak napas itu kebanyakan berada di DKI Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 727 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 449 pasien masih dirawat, sedangkan 151 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 49 orang dan meninggal 78 orang.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar