#ptm#jambelajar#tuba

PTM di Tulangbawang Tambah Jam Belajar di Kelas

( kata)
PTM di Tulangbawang Tambah Jam Belajar di Kelas
Pertrmuan tatap muka di kelas dimulai tahun ini. (Foto:dok.Lampost)


MENGGALA (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang merelaksasi sistem penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di tengah wabah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang, Ristu Irham, mengatakan perubahan kebijakan PTM terbatas itu menyusul adanya SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelanjaan di masa pandemi Covid-19.

Semula, kata dia, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) waktu belajar ditetapkan selama tiga jam dengan kapasitas 50 persen dari ruangan.

"SKB yang lama kan jam belajar 3 jam dari jam 7 sampai dengan jam 10 dengan kapasitas 50 persen. Hasil zoom kemarin ditambah jadi 6 jam," kata Ristu, dihubungi Lampost.co, Selasa, 4 Januari 2022.

Ia menuturkan, sebelumnya Tulangbawang telah memberlakukan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, sejak 6 September 2021 di 218 Sekolah Dasar dan 94 Sekolah Menengah Pertama di 15 kecamatan.

"Sudah semua (PTM terbatas) sekolah SD dan SMP. Tinggal merubah jam belajarnya yang semula 3 jam sekarang jadi 6 jam," ujar dia.

Namun, Ristu belum dapat memastikan kapan relaksasi kebijakan PTM terbatas itu akan mulai diberlakukan, lantaran pihaknya kini tengah menunggu surat resmi aturan.

"Masih nunggu surat resmi dari kementerian," katanya.

Saat menggelar PTM terbatas, ujar dia, sekolah mesti menyiapkan sarana dan prasarana (Sapras) pendukung untuk mencegah terjadinya klaster baru dalam penyebaran wabah penyakit yang disebabkan virus Covid-19.

Sapras yang wajib disediakan sekolah diantaranya wastafel atau tempat mencuci tangan di setiap kelas dan alat pengukur suhu tubuh. Sekolah saat ini pun telah memiliki Satgas Covid-19 yang terkoneksi dengan Satgas tingkat kampung.

Sedangkan untuk mengurai tingkat kerumunan pada saat proses PTM terbatas berlangsung, pihaknya membatasi kapasitas ruang kelas menjadi 50 persen.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar