Unilaelearning

PTI Unila Gelar Workshop E-Learning untuk Guru

( kata)
PTI Unila Gelar Workshop <i>E-Learning</i> untuk Guru
Dok PTI Unila

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Lampung menyelenggarakan kegiatan workshop e-learning bagi guru-guru SMK pada Kamis, 24 September 2020 bertempat di SMK Gajah Mada Bandar Lampung.

Menurut Ketua Pelaksana yang juga Ketua Prodi PTI, Wayan Suana kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi.

" Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi ini," ujarnya.

Workshop ini, lanjut dia, difokuskan pada pemanfaatan Google Classroom, penggunaan Google Meet, dan pemanfaatan aplikasi Zoom Meeting untuk membuat video rekaman layar.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala SMK Gajah Mada, Enden Sopi Sofiyana. menyampaikan bahwa para guru masih memerlukan banyak pelatihan agar mereka semakin terampil dalam menggunakan berbagai tools pembelajaran daring untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran daring secara kreatif, interaktif, dan efektif.

Enden menyampaikan bahwa selama ini kegiatan pelatihan-pelatihan telah beberapa kali diadakan untuk guru, namun masih banyak juga guru-guru yang memerlukan bimbingan teknis dalam melaksanakan pembelajaran daring. Untuk itu, kerjasama antar Unila khususnya Prodi PTI dengan SMK Gajah Mada dan SMK-SMK lain di Bandar Lampung diharapkan dapat terus terjalin.

Selama kegiatan berlangsung, selain penggunaan Google Classroom, peserta juga dilatihkan membuat video rekaman layar (PPT) menggunakan Aplikasi Zoom yang saat ini semakin familiar digunakan oleh banyak orang dalam meeting atau seminar daring.

Menurut salah seorang peserta, selama ini umumnya pembelajaran berlangsung kurang interaktif. Siswa cenderung hanya diberikan tugas-tugas untuk dikerjakan. Interaksi antar guru dan siswa pun umumnya hanya berlangsung melalui chat di grup WhatsApp.

"Dengan adanya bantuan kuota internet untuk guru dan siswa dari pemerintah, guru dapat menyelenggarakan pembelajaran daring yang lebih bervariatif dan lebih interaktif," imbuhnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar