#malapraktik

PT Tanjungkarang Terima Banding Jaksa Kasus Jumraini

( kata)
PT Tanjungkarang Terima Banding Jaksa Kasus Jumraini
Pegawai Pengadilan Negeri Kotabumi menunjukkan berkas putusan banding dari Pengadilan Tinggi Tanjungkarang atas kasus Jumraini, Jumat, 7 Februari 2020. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co) -- Pengadilan Tinggi Tanjungkarang menerima banding jaksa dan menjatuhkan hukuman enam bulan bagi Jumraini dalam perkara dugaan malapraktik. Keputusan tersebut sekaligus menganulir vonis Pengadilan Negeri Kotabumi, yakni denda Rp20 juta subsider 6 bulan penjara.

Menurut Humas PN Kotabumi Imam Munandar mewakili Ketua PN Vivi Purnamawati mengatakan pihaknya beberapa hari lalu menerima salinan amar putusan Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Nomor 15/pidsus 2020/PT tanggal 27 Januari 2020 menyatakan menerima, mengadili permintaan banding dari penuntut umum, membatalkan putusan pengadilan negeri tanggal 19 Desember 2019 Nomor 109/pidsus 2019/PN Kotabumi dimintakan banding tersebut. Menyatakan terdakwa Jumraini terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kelalaian berat yang mengakibakan penerima pelayanan kesehatan meninggal dunia.

Untuk itu, menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara enam bulan dalam tahanan. Selain itu, membebankan biaya perkara kepada terdakwa dua tingkatan peradilan banding Rp2.500 (dua ribu lima ratus rupiah).                                     

Sebelumnya diberitakan, Jumraini, seorang perawat yang tersandung kasus malapratik melalui pengacara hukumnya mengajukan kontra memori banding ke Pengadilan Tinggi Tanjungkarang atas banding yang diajukan Kejari Lampung Utara. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Lampung Utara Joko Prasetio ketika dimintai keterangan, Kamis, 30 Januari 2020, mengatakan pihaknya telah melakukan kontra memori banding ke PT Tanjungkarang melalui PN Kotabumi, sepekan yang lalu.

"Kontra memori banding dilakukan untuk menjawab atau menyanggah upaya banding kasus Jumraini oleh Kejaksaan Lampung Utara," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar