#kapalhilang#nelayanhilang

Pemilik KM EMJ 7 Dituding Lari dari Tanggung Jawab

( kata)
Pemilik KM EMJ 7 Dituding Lari dari Tanggung Jawab
Keluarga ABK saat berada di kantor PT. Sutioso Bersaudara perwakilan Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT. Sutioso Bersaudara disebut menghindari tanggung jawab pencarian anak buah kapal (ABK) KM EMJ 7 yang hilang kontak di perairan Tanjungbelimbing, Bengkunat, Pesisir Barat, Selasa, 16 November 2021.

Puluhan keluarga mendatangi kantor PT. Sutioso Bersaudara perwakilan Lampung  yang berada di TPI Lempasing, Telukbetung Timur. Mereka menuntut uang bulanan yang dijanjikan perusahan belum di bayarkan sampai saat ini.

"Kata mereka gaji anak kami sebesar Rp1,5 juta akan dibayarkan setiap bulannya. Namun, bulan ini tak kunjung dibayar dan perusahaan mulai menghindar. Maka, dari itu kami kemari," kata Aida, orang tua Muhammad Khadafi .

Menurutnya, pada Agustus hingga Oktober pembayaran lancar. Namun, pada November 2021 tak kunjung dibayarkan. Menurutnya, uang itu sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab selama ini, anaknya menjadi tulang punggung dan membantu kebutuhan orang tuanya. Namun, saat ini hanya menunggu kabar dan berharap adanya bantuan dan tanggung jawab dari perusahaan.

"Kami cuma ingin kepastian aja perkembangan atas pencarian anak kami. Jangan ada yang ditutupi. Kami ikhlas menerima apa pun kabarnya, kalau seperti ini kami serasa digantung,” ujar Khadafi.

Aisah, ibunda Wahyu Darma Wijaya (18) mengatakan setiap hari ia selalu menantikan kabar dari anaknya. Menurutnya, tiap bangun tidur ia selalu terbayang saat bersama anak kesayangannya itu.

Setiap hari ia memberikan pesan melalui whatsapp kepada anaknya, mendoakan agar ia cepat kembali, namun, tak pernah terkirim alias selalu ceklis.

"Saya kirim tiap hari pesan sampai sekarang namun tak pernah terkirim. Jika pun hilang kontak pasti mereka berusaha menghubungi orang tua tidak mungkin diam saja,"katanya.

Selain itu, Aisah berharap adanya bantuan dari pemerintah kota Bandar Lampung. Misalnya, bantuan hukum dan lainnya agar perusahaan mau serius menanggapi peristiwa ini.

"Waktu itu mau ngadu ke Bunda Eva tapi dihalangi ajudannya. Jadi, kami terobos aja dan langsung ngomong dia mau mendengarkan keluhan kami. Kami juga sudah menyampaikan keadaan yang sedang kami alami ke DPRD Provinsi," ujar dia.

Sampai saat ini, Aisah bersama keluarga lainnya bingung harus mengadu ke mana lagi atas perlakuan perusahaan, yang terkesan menghindar dan tidak bertanggungjawab.

"Minta bapak presiden dan menteri tolong kami, harus kemana lagi minta tolong,"katanya.

Terpisah,  PT. Sutioso Bersaudara Perwakilan Lampung, Kasman, menepis anggapan bahwa mereka tidak mengeluarkan gaji pada November 2021. Menurutnya, pembayaran itu hanya telat dan belum dikeluarkan.

"Bukan enggak dibayar, tapi belum. Masih menunggu persetujuan pusat. Setelah itu baru di keluarkan," katanya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar