#sekiritas#korea#pasarRI#ekbis

PT KIS, Sekuritas Asal Korea Siap Layani Pasar Indonesia

( kata)
PT KIS, Sekuritas Asal Korea Siap Layani Pasar Indonesia
Jajaran direksi PT KIS bersulang saat peluncuran PT KIS di Jakarta, Senin (9/7/2018). (Foto:Lampost/Hesma)

JAKARTA (Lampost.co)--PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia, anak perusahaan utama dari Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS), Korea Investment Holdings’ (KIH) secara resmi mengumumkan peluncurannya dan kesiapannya untuk melayani pasar Indonesia di Jakarta Senin (9/7).
Peluncuran dihadiri Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia,  Kim Chang-beom,  Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, Ketua KIH, Kim Nam-goo, President dan CEO KIS, Ryu Sang-Ho, Wakil President dan CFO KIS, Kim Sung-hwan.
Ditemui di sela-sela acara, Ryu Sang-Ho, President dan CEO KIS menyebutkan pengalaman KIS sebelumnya mentransformasi rumah-rumah sekuritas di peringkat 50 besar (berdasarkan pasar broker), sehingga menjadi pemain di peringkat 10 di Vietnam pada tahun 2010 manjadi kisah sukses yang menjadi referensi mereka melakukan langkah serupa di Indonesia tahun ini. 
"Berpatokan pada pengalaman sukses ini dan pemahaman liku-liku menembus pasar yang berkembang, PT KIS Indonesia juga pasti akan mengikuti jejak yang sama dan membuktikan DNA kesuksesan KIS semakin dekat menuju Korea Investment Group menjadi perusahaan sekuritas top di Asia,” ungkap Ryu.
Sebelum resmi hadir di Indonesia, Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS) memang telah mencatat berbagai prestasi. Pada bulan November 2016, Korea Investasi dan Sekuritas (KIS) telah terpilih sebagai Mega Investment Bank oleh badan keuangan pemerintah Korea Selatan setelah berhasil memenuhi persyaratan ekuitas KRW 4 triliun. 
Saat ini KIS sudah memiliki cabang  internasional di London, New York, Hong Kong, Singapore dan Ho Chi Minh (Vietnam). KIS menyasar ekspansi bisnis yang agresif di regional Asia Tenggara dan merencanakan diversifikasi bidang usaha lebih lanjut di Indonesia.

PT KIS Indonesia, kata Ryu, mengembangkan sistem baru mirip yang diterapkan di Korea, namun  tetap bertransaksi dengan menggunakan sistem yang dilokalisasi untuk memperkuat segmen ritel daring, sekaligus merencanakan untuk segera melakukan diversifikasi bidang usaha menjadi manajemen aset yang nantinya dapat berkembang dan menembus pasar kapital Indonesia," ungkap Ryu Sang-Ho.

Hesma Eryani

Berita Terkait

Komentar