NatalTahunbaruKAI
Libur Natal dan Tahun Baru

PT KAI Siapkan 71.208 Kursi Hadapi Natal dan Tahun Baru

( kata)
PT KAI Siapkan 71.208 Kursi Hadapi Natal dan Tahun Baru
Pengecekan lokomotif jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020. Zainudin


BANDAR LAMPUNG -- PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan empat unit lokomotif dan 70 unit kereta Siap Operasi (SO) untuk delapan perjalanan KA reguler dengan jumlah ketersediaan tempat duduk sebanyak 3.956 per hari atau 71.208 tempat duduk selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Excecutive Vice Presiden PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sulthon Hasanudin mengatakan masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari yakni, mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI Divre IV dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.

"Ketersediaan tempat duduk tersebut turun sebesar 1% atau 5.724 tempat duduk dibanding program masa angkutan Nataru tahun 2018/2019 sebanyak 76.932 tempat duduk yang tersedia," ujarnya, Kamis, 19 Desember 2019.

Penurunan jumlah ketersediaan tempat duduk ini disebabkan Nataru periode ini tidak lagi dijalankannya KRD Way Umpu dan KRD 
Seminung. Namun, ada penambahan perjalanan KA Kuala Stabas menjadi dua kali dalam sehari yang tahun sebelumnya cuma sekali perjalanan dalam sehari. 

"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Minggu, 22 Desember 2019 sedangkan arus balik pada Rabu, 1 Januari 2020," tambahnya.

Untuk mengantisipasi adanya gangguan perjalanan kereta api, PT KAI Divre IV menyiagakan petugas posko di sepanjang jalur kereta api. Sebanyak 372 personel dengan rincian pegawai organik PT KAI sebanyak 257 personel, ditambah 114 petugas ekstra yang terdiri dari 43 personel Petugas Penilik Jalan (PPJ), 16 personel petugas penjaga, daerah rawan, 55 personel Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api (PJL).

Sementara itu di sepanjang jalur wilayah Divre IV dari Tarahan sampai Tanjung Rambang ada sebanyak tiga titik daerah rawan bencana alam yang harus diwaspadai. Daerah-daerah rawan tersebut antara lain rawan longsor di Km 167+300 s.d 168+800 antara Way Tuba-Negeri Agung, rawan amblas di km 208+700/800 antara Gilas-Martapura, dan juga di Km 212+800/900 antara 
Gilas-Spancar. 

"Untuk mengatasi terjadi bencana alam, Divre IV telah menyiapkan alat material," kata dia.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar