#JASARAHARJA#IDULFITRI

PT Jasa Raharja Lakukan Persiapan Menghadapi Idulfitri

( kata)
PT Jasa Raharja Lakukan Persiapan Menghadapi Idulfitri
Layar tangkap dalam media gathering virtual PT Jasa Rahardja,  Kamis, 6 Mei 2021.


Jakarta (Lampost.co) -- PT Jasa Raharja, Member of Indonesia Financial Group, melakukan sejumlah persiapan menghadapi Idulfitri 1442 H. Persiapan tersebut dilakukan dengan  mengingat saat ini Indonesia  masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Pertama menyiagakan seluruh personel Jasa Raharja untuk memantau arus lalu lintas melalui system yang sudah terintegrasi antara Dasi JR dengan IRSMS Polri, Dukcapil, RS," ujar  Dirut PT Jasa Raharja, Budi  Rahardjo, dalam media gathering virtual,  Kamis, 6 Mei 2021.


Sehingga, lanjutnya, apabila terjadi musibah kecelakaan akan terpantau dan proses pelayanan kepada para korban kecelakaan dapat tetap berjalan. Selain itu,  bersama Korlantas Polri terlibat dalam survey jalur dan pengecekan Pos Penyekatan  di sejumlah rute yakni: 
a. Rute : Jakarta – Pejagan – Purwokerto
b. Rute : Jakarta – Lampung – Palembang
c. Rute : Jakarta – Jogjakarta – Surabaya

3. Memberikan hibah Sarana Pencegahan Kecelakaan sbb :
a. Lampu Kejut;
b. Traffic Cone;
c. Rompi Lalu Lintas.

Jasa Raharja juga akan melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat tentang keselamatan berkendara dan iimbauan tidak mudik secara terus menerus melalui kanal media 
sosial.

"Kami akan menayangkan Webseries di kanal Youtobe official Jasa Raharja dengan pesan - pesan tentang pencegahan kecelakaan atau keselamatan lalu lintas dan 
kampanye tidak mudik," katanya.

Menurut dia, pihaknya akan menyelenggarakan program MOL AE yaitu Mudik Online Aman Enak. Berdasarkan kondisi tersebut Jasa Raharja memberikan solusi dengan tetap 
menyelenggarakan program mudik namun dengan nuansa yang berbeda yaitu Program Mudik Online yang bernama MOL AE (Mudik Online Aman Enak).

Dalam program ini, Jasa Raharja membagikan kuota data gratis kepada 10.000 peserta  yang terdiri dari 5.000 pendaftar dan 5.000 keluarga yang menjadi tujuan.

"Dengan hal ini masyarakat dapat tetap ber - Hari Raya dan bersilaturahim  dengan keluarga melalui fasilitas video call secara aman. Aman dari risiko kecelakaan dalam perjalanan maupun aman dari penyebaran covid-19," ujarnya.


Kinerja 2020

Pada kesempatan ini, menjelaskan kinerja PT Jasa Rahardja di tahun 2020. Menurut Budi,  tahun 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi PT Jasa Raharja karena pada Maret terbit PP No.20 Tahun 2020 dimana Jasa Raharja secara resmi bergabung ke dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan atau yang dikenal sebagai Indonesia Financial Group.

Pada tahun ini pula korporasi harus menghadapi situasi yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya dengan terjadinya pandemi covid-19 sehingga berdampak kepada seluruh sektor kehidupan khususnya sektor ekonomi dan bisnis. 

"Kondisi ini menuntut. jajaran manajemen PT Jasa Raharja untuk melakukan inovasi dan transformasi strategi bisnis untuk dapat bertahan," katanya.


Dengan penerapan strategi bisnis yang berdasarkan kepada Visi dan Misi Perusahaan serta implementasi core values “Akhlak” BUMN sebagai Budaya Perusahaan di  tahun 2020, PT Jasa Raharja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan total santunan yang diserahkan sebesar 2,3 Triliun lebih rendah 13 % dibandingkan realisasi Tahun 2019. 

Hal ini dampak dari penurunan jumlah korban kecelakaan lalu  lintas sejalan dengan pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi covid-19. Dari segi kinerja kecepatan penyelesaian santunan secara nasional adalah 1 (satu) hari 14 jam dan hal ini juga dibarengi dengan hasil survey Customer Satisfaction Index yang dilakukan oleh Markplus meraih nilai sebesar 95,3%. Dalam rangka menghadapi pandemic Covid-19 yang melanda dunia dan tidak terkecuali di Indonesia, PT Jasa Raharja dalam Program Business Contigenty Plan juga melakukan beberapa inovasi dalam mendukung proses Bisnis. 

Pada kesempatan pertama setelah seluruh korban terindentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri santunan segera dapat diserahkan kepada seluruh ahli waris korban yang tersebar di 13 provinsi, 27 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total nilai santunan sebesar Rp3 Miliar.  

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar