#PSSI#sepakbola

PSSI

( kata)
PSSI
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Image

PSSI akan menggelar kongres luar biasa (KLB) 2019, hari ini (2/11) di Hotel Shangri-La, Jakarta. Federasi sepak bola nasional itu pun telah resmi mengirimkan susunan acara kepada para voters (pemilik suara).

Pada KLB PSSI kali ini, akan dipilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif yang baru. Mereka akan dipilih oleh 86 voters yang akan berpartisipasi di kongres tersebut.

PSSI juga dalam suratnya memastikan kongres tersebut akan dihadiri perwakilan FIFA dan AFC, sehingga dipastikan kongres tersebut telah mendapatkan legitimasi yang kuat dari federasi sepak bola dunia dan Asia tersebut.

Pada kongres Sabtu ini, Komite Pemilihan (KP) telah mengantongi daftar tetap 11 calon ketua umum, 15 calon wakil ketua umum, dan 71 calon anggota Komite Eksekutif (Medcom.id).

Namun, sebelum kongres PSSI ini, akan dilaksanakan ada yang mempertanyakan legalitas atau keabsahan dari kongres PSSI ini. Seharusnya, kongres digelar pada Januari 2020, namun dimajukan pada November 2019. Hal ini pun mencuat pada acara talkshow Mata Najwa beberapa hari lalu.

Ada yang ribut mempertanyakan legalitas kongres PSSI, namun ada juga yang tidak mempermasalahkan itu dan lebih mementingkan urgensi yang akan dihasilkan pada kongres PSSI ini.

Pada satu hari sebelum pelaksanaan kongres PSSI, sembilan calon ketua umum PSSI menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap KLB PSSI ini. Mosi tersebut disampaikan dalam deklarasi yang digagas kesembilan calon yang menamakan aliansi mereka "PSSI Baru Menuju Perubahan".

Kesembilan caketum tersebut yakni Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, dan Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong, dan Sarman El Hakim.

Mereka menyatakan Kongres PSSI ini terindikasi adanya kecurangan. PSSI terkesan membatasi gerak para caketum yang maju dalam pemilihan untuk mendapatkan info atau memaparkan visi-misi kepada voters.

Begitulah ceritanya, kongres PSSI belum dimulai, tapi sudah ribut duluan. Belum lagi, nasib sepak bola kita, terutama timnas senior belum bisa berbicara banyak, baik di ASEAN, Asia, apalagi dunia.

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Timnas Indonesia kalah lagi. Evan Dimas Darmono dan kolega menyerah dari Vietnam dengan kedudukan 1-3 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kekalahan ini seakan mengubur mimpi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Bagaimana tidak, dari empat pertandingan yang dilakoni, Indonesia tak pernah meraih poin, bahkan selalu kalah.

Beginilah, di saat timnas kita melempem, stakeholder yang mengurusnya malah ribut dan berselisih. Bagaimana sepak bola kita mau maju kalau seperti ini. Namun, kita berharap, apa pun yang dihasilkan dalam kongres PSSI ini dapat memberikan secercah harapan untuk sepak bola Indonesia. Semoga!

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar