#pssi#konflikpssidenganpelatih#shintaeyong

PSSI Belum Berniat Mengganti Shin Tae-yong

( kata)
PSSI Belum Berniat Mengganti Shin Tae-yong
Shin Tae-yong.Antara/Puspa Perwitasari

Jakarta (Lampost.co) -- Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat melontarkan kritik pedas kepada PSSI yang diungkapkan saat wawancara dengan media Korea Selatan. Sebagaimana dilansir Naver Sports, Shin merasa PSSI mulai mengingkari janjinya untuk memberikan dukungan penuh kepadanya untuk membangun Timnas Indonesia.

Salah satunya ialah tidak mendukung rencana Shin yang ingin menghelat pemusatan latihan timnas di Korea Selatan. Sontak, pengakuan Shin tersebut mendapatkan respons dari Tanah Air.

Bahkan, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri juga angkat bicara. Indra mengungkapkan pernyataan Shin kepada media Korea hanya untuk menutupi aibnya sendiri. Indra melihat perilaku Shin banyak berbicara ke media Korea menunjukkan ia sudah tidak percaya diri dengan janjinya sendiri.

"Dia (Shin) ini sebenarnya banyak alasan saja karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi. PSSI ingin Timnas senior juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta Timnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021," kata pria Minang tersebut.

Sementara itu, PSSI tidak ingin polemik semakin berlarut-larut. Federasi tetap mengimbau Shin datang ke Indonesia untuk mengklarifikasi pernyataannya. Lalu, PSSI juga belum berpikir mengganti Shin dengan pelatih lain.

"Meskipun ada ketidaksenangan atas pernyataan Shin, tapi ketua umum belum pernah berpikir untuk mencari opsi, bahkan mewacanakan pun tidak untuk mengganti Shin. Ketum masih berharap Shin yang akan membesut tiga strata timnas kita U-19, U-23, dan timnas senior," ujar Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam wawancara Newsmaker Medcom.id.

Yunus mengatakan PSSI berharap Shin bisa datang ke Indonesia paling lambat pekan depan yakni 29 Juni.

"Kami harapkan minggu depan tanggal 29 Juni sudah datanglah ke Indonesia," katanya.

Rumor bakal dipecatnya Shin mencuat lantaran komentar Syarif Bastaman sebagai ketua Satuan Tugas Timnas Indonesia. "Ada kemungkinan kontraknya diputus karena tidak memenuhi kewajiban. Dia (Shin) baru sekali memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 pada Januari 2020 ke Thailand dan Timnas Indonesia pada Februari lalu. Makan gaji buta dong. Kami harus tetap hidup misalnya tanpa Shin Tae-yong. Masa negara sebesar ini bergantung sama satu orang," ujar Syarif.

Medcom



Berita Terkait



Komentar