#nuansa#Psikosomatis

Psikosomatis

( kata)
Psikosomatis
Ilustrasi Pixabay.com

Chairil Anwar

Wartawan Lampung Post

MEREBAKNYA informasi soal virus corona (Covid-19) di berbagai platform media menimbulkan sensasi tersendiri bagi pembacanya. Perasaan kaget, khawatir, cemas, bahkan waswas kerap dirasakan saat kita menerima asupan soal hal negatif tentang corona dari berbagai sumber yang tidak jelas kebenarannya.

Sebut saja pesan siar soal daerah-daerah rawan corona yang berseliweran di media sosial WhatsApp, yang membuat gaduh masyarakat Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Ada pula caption video soal orang yang roboh di depan kantor karena Covid-19, padahal dia tergeletak karena sebab lain.

Lain halnya apabila kita membaca artikel dari Dinas Kesehatan bahwa si Covid-19 bisa dilawan dengan daya tahan tubuh yang kuat, bahwa menurut WHO virus ini tidak bisa menular lewat udara, dan berbagai informasi bernuansa positif lainnya. Hormon endorfin yang dipicu oleh rasa lega dan rileks seketika mengalir dalam tubuh kita.

Berbagai rasa yang muncul itu merupakan naluri alami manusia dalam merespons sebuah peristiwa. Namun, untuk beberapa orang, rasa cemas akibat mendapat kabar negatif soal corona tidak hanya berhenti pada perasaan. Perasaan panik dan takut itu menyebabkan seseorang tersugesti seolah merasakan gejala mirip virus corona yang seakan hadir dalam tubuh mereka.

Bahkan, seorang kerabat kerap merasakan tenggorokan kering, batuk-batuk, bahkan demam usai membaca informasi soal virus corona di media WhatsApp yang memang tidak jelas kebenarannya. Menurut info yang dikutip dari Halodoc, hal itu timbul oleh rasa takut dan panik karena faktor lingkungan. Dalam dunia medis, gejala ini disebut psikosomatis.

Gangguan psikosomatis bisa terjadi saat kecemasan dan rasa panik melanda pikiran dan tubuh seseorang. Beberapa penyakit yang dianggap sedang marak terjadi akan membuat tubuh merasakan gejala dari gangguan tersebut. Hal itu disebabkan lemahnya faktor mental, seperti stres dan rasa waswas. Keadaan mental dapat memengaruhi seberapa buruk gejala yang timbul.

Psikosomatis ini dapat menular melalui emosional, baik secara pribadi maupun dari orang-orang di sekitar lewat media sosial. Karena itu, penting untuk membatasi interaksi sosial yang dapat berpotensi menimbulkan serangan psikosomatis, seperti untuk tidak mempercayai info dari sumber yang tidak jelas.

Dalam bermedia sosial, kita pun mesti bijak untuk tidak turut menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan ketakutan pada masyarakat.

Maka itu, selain menjaga kesehatan fisik agar sistem imun terjaga, kesehatan mental pun perlu ditingkatkan. Pastikan tubuh kita tetap bugar secara fisik dan mental supaya terhindar dari corona. Selain itu, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain juga perlu dilakukan.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan. Jadikan ini sebuah titik balik untuk memperbaiki pola hidup, pola pikir, dan tentunya membenahi mental dengan selalu bergantung pada-Nya, Sang Maha Menyembuhkan. Amin.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar