#PDAM#SPAM#minimsosialisasi

Proyek SPAM PDAM Minim Sosialisasi

( kata)
Proyek SPAM PDAM Minim Sosialisasi
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada pengerjaan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM), di Tegineneng, Pesawaran oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau, Bandar Lampung, dikeluhkan warga.

Warga menilai PDAM Way Rilau, sebagai pihak operator penyedia air bersih kurang memberikan sosialisasi terkait pengerjaan proyek SPAM. Sehingga proyek proyek nasional penyediaan air bersih untuk warga Kota Bandar Lampung, banyak dikeluhkan warga. Banyak warga yang tidak mengetahui teknis pemasangan sambungan pada proyek ini.

Proyek air bersih yang menelan dana sekitar Rp1,2 triliun bersumber dari KPBU ini, rencananya siap mengaliri sedikitnya 60 ribu sambungan bagi warga Bandar Lampung, terutama bagi warga yang belum memiliki sambungan aliran air bersih yang diperuntukan untuk 6 kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung.

Meskipun sudah diinformasikan oleh pdam Way Rilau, sebagai perusahaan daerah yang ditunjuk untuk pengolahan dan distribusi air bersih, namun informasi tentang petunjuk teknis dan informasi belum banyak diketahui warga, terutama yang ingin memasang aliran air bersih dari proyek SPAM ini.

"Enggak kurang tahu, sampai sekarang belum ada sosialisasi, kalau ada ya ingim langganan air bersih. Harusnya ya PDAM kaasih sosialisasi supaya warga tahu kalau ada langganan air tahun depan," ujar Arbeati warga setempat, Senin, 21 Oktober 2019.

Sesuai perencanaan, sistem penyediaan air minum akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang, dengan target 60 ribu sambungan langsung ke rumah warga, dan pihak PDAM Way Rilau sebagai perusahaan daerah milik pemerintah kota Bandar Lampung, sebagai operator yang ditunjuk untuk mengelola pemasarannya dan  sudah melakukan  sosialisasi melalui aparatur pemerintahan desa dan pengurus RT, namun hal itu dirasakan kurang optimal.

"Belum tahu, enggak ada infromasi. Harapannya untuk proyek SPAM itu pemasangan baik, enggak bertele-tele bayarnya ringan. Sampai sekarang juga belum ada informasi, dari PDAM juga belum ada," ungkap warga lainnya Malik.

 

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar