#proyek

Proyek Jalan di Transtanjungan Tidak Transparan 

( kata)
Proyek Jalan di Transtanjungan Tidak Transparan 
Proyek pembangunan jalan di Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Lampost /perdhana

Kalianda (Lampost.co): Proyek pembangunan infrastruktur jalan hotmix ruas Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, tuai kritik masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek senilai hampir 6 miliar tidak transparan dan terkesan asal jadi, karena tidak ada plang proyek. 


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun lampost.co, mengukutip laman lpse.lampungselatankab.go.id ruas jalan sepanjang 9 km menghubungkan Kecamatan Katibung-Candipuro dikerjakan CV Bulan Adji Jaya dengan penawaran Rp5,8 miliar berasal dari APBD Lampung Selatan 2019.

Padahal proyeksi infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, masih menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak dua tahun terakhir. 

Meskipun demikian, para kontraktor yang memenangi tender seakan tidak takut ditengah sorotan lembaga antirasuah dan rendahnya serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.  "Patut di curigai kalau proyek yang dikerjakan tidak transparan," kata Waldi (24) warga sekitar, Minggu, 6 Oktober 2019. 

Warga sekitar berharap pihak terkait turun ke lapangan mengecek sejumlah proyek infrastruktur agar tidak bermasalah dikemudian hari nanti.  "Kami berharap pihak yang memiliki kewenangan turun kesini," ujarnya. 

Kepala Desa Transtanjungan Alwi Amir mengaku tidak mengetahui jika ada proyek pembangunan jalan di desanya. 
"Saya tidak tahu ada proyek, tidak ada yang memberi tahu lisan maupun tulisan," ujarnya. 

Namun Ia mengaku jika mendapat laporan dari warga apabila ada kabel listrik yang putus akibat mobil muat matrial dari proyek tersebut.  "Dua kali kabel putus akibat tersangkut mobil proyek," ujar dia. 


Heru pelaksana lapangan proyek tersebut, saat ditemui lampost.co mengatakan jika papan proyek sudah di pasang tapi roboh, sekarang ada di base camp.  "Sudah dipasang, tapi rubuh ada di base camp," ujarnya. HAN

Perdhana Wibysono



Berita Terkait



Komentar