#pembangunanflyover#flyoversultanagung

Proyek Flyover Sultan Agung Baru Pembuatan dan Pengecoran Tiang

( kata)
Proyek Flyover Sultan Agung Baru Pembuatan dan Pengecoran Tiang
Proses kegiatan pembangunan flyover Sultan Agung, Bandar Lampung. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Progres fisik pembangunan flyover di Jalan Sultan Agung yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sampai saat ini baru tercapai sekitar 30 persen. Kegiatan fisik yang dikerjakan baru pembuatan dan pengecoran tiang flyover.  

"Untuk saat ini baru tercapai plus minusnya sekitar 30 persen, masih tahap pembuatan tiang flyover di titik kilometer 0 yang berada di samping Mall Boemi Kedaton sebelum dan setelah rel kereta api," ujar kontraktor pengawas pekerjaan dari PT Adiguna Anugrah Abadi, Sutarno, Minggu, 15 November 2020. 

Proses pengerjaan tidak terkendala dengan faktor cuaca. Hanya saja, kondisi keuangan Pemkot saat ini membuat kegiatan tidak dapat berjalan maksimal. 

"Terkendala terbesarnya cuma itu saja (dana), kalau cuaca hujan masih bisa diatasi," katanya. 

Kemudian untuk kegiatan pengaspalan dan pengecoran pelebaran sisi kanan kiri sebelumnya telah selesai dilakukan, mulai dari titik kilometer 0 hingga kilometer 350 pada Agustus lalu.

Untuk pencapaian progres fisiknya, Sutarno menjelaskan setiap bulannya capaian dapat diketahui dan rata-rata setiap bulan hanya bertambah sekitar lima persen. 

"Rata setiap bulan cuma bertambah empat sampai lima persen saja, ini kita supaya terkejar dengan menambah waktu kerja tukang sampai jam 10 malam, jadi mulai pagi sampai jam 10 malam," katanya.

Dia mengungkapkan untuk kegiatan konstruksi fisik flyover memang sebelumnya sempat terhenti dengan berbagai macam kendala perizinan, namun kini seluruhnya telah selesai sehingga proses kegiatan fisik dapat berjalan kembali.

Kemunduran pembangunan fisik juga mengalami kemunduran karena adanya wabah Covid-19 pada Maret hingga Juni.  "Waktu pelaksanaan berdasarkan kontrak awal di tanggal 5 April tapi teradang covid. Kemudian kontrak kedua tanggal 5 Mei terhalang zona merah. Dan sampai saat ini kontrak selanjutnya belum tahu sehingga itu menjadi salah satu kendala pengerjaan konstruksi," ujarnya. 

Untuk diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co pada website LPSE Bandar Lampung, lpse.bandarlampungkota.go.id pagu anggaran pembangunan flyover Sultan Agung Rp35 miliar yang bersumber dari APBD Bandar Lampung 2020.

Pelaksana pengerjaan atau lelang proyek dimenangkan PT Adiguna Anugrah Abadi. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar