#korona#virus

Protokol Kesehatan Harga Mati

( kata)
Protokol Kesehatan Harga Mati
ANTARA Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/317476-protokol-kesehatan-harga-mati

Jakarta (Lampost.co) --  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan protokol masyarakat produktif dan aman covid-19 harus melalui beberapa tahapan.

Doni juga berujar, selama pandemi masih berlangsung, protokol kesehatan adalah harga mati.

“Protokol kesehatan adalah harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar,” kata Doni dalam kegiatan silaturahim daring dengan para pemimpin redaksi media massa, Minggu, 31 Mei 2020.

Ia menjelaskan protokol kesehatan tetap harus dijaga dalam tahapan-tahapan menuju masyarakat produktif.

Doni memaparkan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi terlebih dulu, di antaranya prakondisi yang meliputi sosialisasi, kajian, dan riset, juga survei perubahan perilaku dan efektivitas UU Kekarantinaan.

Selain itu, imbuh Doni, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi.

Hal yang akan dilakukan pada tahap 1 ialah pengurangan pembatasan di kabupaten/kota yang memiliki klasifikasi biru (belum ada kasus) dan hijau (risiko rendah). Di tahap II, pengurangan pembatasan dilakukan pada sektor pertambangan dan perkebunan serta sektor lain dengan risiko kecil.

Selanjutnya di tahap III, memilih provinsi sesuai kriteria WHO untuk menjalankan kenormalan baru (new normal). Syaratnya antara lain dukungan kepala daerah, protokol kesehatan yang ketat, dan sanksi berat bagi pelanggar.

Pada tahap IV akan dilakukan penerapan new normal di lokasi wisata. Syaratnya antara lain tersedianya tenaga medis setiap saat dan membangun sistem teknologi informasi dalam rangka pelacakan (tracing).

Terakhir ialah penerapan kenormalan baru di bidang pendidikan. Selain dukungan kepala daerah dan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, konsultasi dengan orangtua murid juga jadi persyaratan ditambah ketersediaan tenaga medis setiap saat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh elemen bangsa untuk terus berjuang dan optimistis dalam menghadapi pandemi virus korona. Pandemi saat ini menjadi ujian bangsa yang perlu diatasi bersama dengan solidaritas, gotong royong, dan persatuan.

“Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini kita laksanakan di tengah pandemi covid-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat,” ucap Presiden pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Jokowi mengatakan tantangan berat yang dihadapi akibat pandemi juga turut dirasakan 215 negara di dunia.

Menurutnya, bangsa ini harus bangkit menjadi pemenang dalam pengendalian virus ataupun dalam upaya pemulihan ekonomi yang kini sedang jatuh terdampak pandemi.

Ajakan berdisiplin

Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengajak dan meminta masyarakat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan meningkatkan kedisplinan dalam menyongsong era kenormalan baru.

Hal itu ditegaskan Kapolri, kemarin, sebagai bahan refl eksi di tengah pandemi sekaligus menyambut Hari Lahir Pancasila. Ia menuturkan perlu komitmen yang tinggi terkait dengan kedisiplinan agar Indonesia bisa keluar dari pandemi.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga terus menanam nilai-nilai Pancasila di tengah pandemi covid-19. Keadilan sosial, ujar Anies, akan menjaga kesatuan dengan sesama warga selama pembatasan sosial berskala besar.
 

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar