#pencabulan#pemerkosaan

Proses Hukum Pencabulan Belasan Siswa di Pesibar Terhambat Surat Kejiwaan Pelaku

( kata)
Proses Hukum Pencabulan Belasan Siswa di Pesibar Terhambat Surat Kejiwaan Pelaku
Kepala Kejari Liwa, Riyadi. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa menyatakan proses hukum kasus pencabulan belasan siswa oleh oknum guru di Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) masih berstatus P19. Kajari menyebut masih dilakukan pelengkapan berkas surat kejiwaan pelaku.

Kepala Kejari Liwa, Riyadi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengembalian berkas pada 16 Februari 2022 lalu. 

"Setelah dilakukan penelitian terhadap berita acara pemeriksaan (BAP), ternyata ada kekurangan dan berkasnya telah dikembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi. Sampai saat ini belum dikembalikan lagi ke Kejari," kata dia, Selasa, 8 Maret 2022.

Baca: Kejari Liwa Tunggu Kelengkapan Berkas Kasus Guru Cabul

 

Selain itu, kata Riyadi, pihaknya juga telah memberikan petunjuk sesuai dengan KUHAP dan Surat Edaran (SE) Jaksa Agung.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Barat (Lambar), AKP M Ari Satriawan mengakui proses hukum kasus pencabulan tersebut masih P19.

Menurut dia, sampai saat ini masih ada satu berkas yang kurang, yaitu surat keterangan kejiwaan tersangka.

"Berkas perkara tersangka pencabulan terhadap 13 anak di bawah umur itu saat ini masih menunggu surat keterangan kejiwaan. Masih diupayakan," kata dia.

Surat keterangan kejiwaan itu diperlukan karena semua korban merupakan anak di bawah umur.

 "Untuk mendapatkan surat keterangan kejiwaan tersangka, dalam waktu dekat kami akan segera membawa tersangka ke Bandar Lampung untuk diperiksa," kata dia.

Setelah surat itu didapat, kata dia, maka berkas perkara berikut tersangkanya akan segera dilimpahkan ke Kejari.

Sobih AW Adnan






Berita Terkait



Komentar