#diklat#tenagapendidik#humaniora#beritalampung

Promosikan Prestasi, Tenaga Pendidikan Bangun Relasi Media

( kata)
Promosikan Prestasi, Tenaga Pendidikan Bangun Relasi Media
Foto: Lampost.co/Triyadi Isworo

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)—Sebanyak 168 guru dan wakil kepala sekolah bidang kehumasan SMA dan SMK se-Provinsi Lampung diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kehumasan tenaga kependidikan SMA dan SMK Provinsi Lampung di aula Dinas Kesehatan Lampung, Jalan Dr Susilo, Kota Bandar Lampung, Senin (21/1/2019). Tenaga pendidikan juga harus mampu membangun relasi dengan media untuk mempromosikan prestasi di sekolah.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung Iskandar Zulkarnain menyampaikan materi tentang UU Pers, kode etik jurnalistik, dan trik menghadapi wartawan. Ia mengatakan pers salah satu lembaga penting bangsa dan pilar keempat demokrasi. Dalam melaksanakan peran dan fungsinya pers harus menerapkan peraturan secara profesional. Kemudian, ia mengatakan pada era teknologi, wartawan juga harus berkonvergensi kekinian.

"Petingnya pers untuk kontrol sosial. Perkembangan zaman terus berubah, teknologi informasi terus berkembang," kata Iskandar saat penyampaiannya dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) kehumasan tenaga kependidikan SMA dan SMK Provinsi Lampung, Senin (21/1/2019).

Dalam pengelolaan relasi dengan pers kedepankan pertemanan. Kemudian, jalin relasi bukan hanya dengan wartawan secara personal, melainkan juga dengan instansi/medianya. Kemudian, jadwalkan secara berkala silaturahmi kepada media. Selanjutnya, pilih media dan wartawan yang berkompeten, serta terbuka dan siap dihubungi kapan saja.

"Tanya namanya, tanya medianya, dan minta tunjukkan identitasnya kartu pers dan kartu kompetensinya. Bila ia melakukan pemerasan dan mengancam, maka laporkan saja ke pihak kepolisian," kata Pimpinan Redaksi Lampung Post itu.

Ia juga mengatakan yang harus dihindari saat menghadapi wartawan, berbicara terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sebab itu, bicaralah tegas, lugas, singkat, dan padat. Kemudian, jangan tergiring dan emosi apalagi sampai lepas kendali. Selanjutnya, siapkanlah pesan utama bagi isu yang akan ditanyakan dan fokus menyampaikan pesan utama.

Triyadi Isworo*



Berita Terkait



Komentar