flyover

Progres Pembangunan Flyover Sultan Agung Baru 3 Persen

( kata)
Progres Pembangunan Flyover Sultan Agung Baru 3 Persen
Kondisi terkini proses pelaksanaan pembangunan flyover di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung, Senin 27 Juli 2020. Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Progres pembangunan Flyover yang berada di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung, hingga kini baru mencapai tiga persen untuk fisiknya. 

Sutarno, selaku kontraktor pengawas pekerjaan dari PT Adiguna Anugrah Abadi sebagai pihak pengembang mengatakan, untuk kegiatan fisik yang tengah dikerjakan saat ini yaitu pelebaran sisi kanan jalan arah Mall Boemi Kedaton dan nanti baru dilanjutkan pengaspalan jalan.

"Sekarang baru tahap pelebaran dari kilometer 0 sampai 300, sisi sebelah kanan tinggal pengaspalan. Sebelah kiri dari kilometer 0 sampai 200 sudah selesai, 200 sampai 350 baru dikerjakan," ujar Sutarno, Senin 27 Juli 2020.

Ia menambahkan, untuk pengaspalan sebelah kanan sebelum rel diusahakan selesai pada 29 Juli nanti. Kemudian, pada bagian tengah jalan jalur dua tengah dilakukan pengecekan untuk memastikan kedalaman pada dua tiang flyover yang berada diatas jalur perlintasan kereta api.

"Bagian tengah jalan sedang kita sondir untuk menentukan kedalaman tanah, di titik peir 3 dan 4 yang paling tinggi, insyaAllah tanggal 4 Agustus selesai dua titik itu," ungkapnya.  

Terhadap utilitas yang berada pada jalan sultan agung, pihaknya mengatakan secara keseluruhan telah di bereskan, mulai dari listrik, Telkom, PDAM dan Gas. "Utilitas sudah semua yang sebelum rel mulai dari titik 0 sampai 200 yaitu listrik, telkom, pdam, gas, yang sesudah rel belum masih nunggu pemkot," kata dia.

Pihaknya mengakui, memang dalam pelaksanaan pembangunan fisik terjadi kemunduran waktu pelaksanaan, hal itu disebabkan adanya wabah virus covid-19 pada Maret hingga Juni. 

"Waktu pelaksanaan berdasarkan kontrak, kontrak awal di tenggal 5 April terhadang covid, kemudian kontrak kedua tanggal 5 Mei terhalang zona merah. Dan sampai saat ini kontrak selanjutnya belum tahu, sehingga itu menjdadi salah satu kendala pengerjaan kontruksi," pungkasnya.  

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dedy Sutiyoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengerjaan flyover di Sultan Agung hingga kini belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Termasuk perihal perizinan yang sebelumnya sempat dipersoalkan oleh Pemerintah Provinsi dan Dirjen Perhubungan.

Winarko



Berita Terkait



Komentar