#flyover#infrastruktur

Progres Pembangunan Flyover Komarudin—Abdul Haq Capai 85%

( kata)
Progres Pembangunan Flyover Komarudin—Abdul Haq Capai 85%
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meninjau pembangunan fly over yang menghubungkan Jalan Abdul Haq dengan Jalan Komarudin, Selasa, 14 Januari 2020. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan fly over yang menghubungkan Jalan Abdul Haq dengan Jalan Komarudin diperkirakan rampung pertengahan Februari 2020. Peresmian direncankan dilakukan pada awal Maret.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Herman HN usai meninjau proses pelaksanaan pembanggunan pada Selasa, 14 Januari 2020. Sampai saat ini proses pengerjaannya telah tercapai 85 persen.

Fly over diperkirakan pertengahan Februari selesai dan awal Maret diresmikan. Tiang listrik itu sebelum peresmian harus sudah dicabut semua. Ini yang buat terkendala karena tiang listrik,” ujar Herman.

Untuk pembangunan fly over di Jalan Komarudin—Kapten Abdul Haq itu dikenakan adendum karena telah melewati masa pengerjaan. Pembangunan awalnya ditargetkan selesai akhir Desember 2019, namun tidak dapat tercapai pelaksana pengerjaan yaitu PT Bina Mulya Lampung.

Oleh karena itu, PT Bina Mulya Lampung dikenakan denda kurang lebih Rp5,2 juta/hari karena pengerjaan tersebut mundur dan tidak sesuai masa kontrak yang ditetapkan sebelumnya. "Rekanan akan kena denda karena pekerjaannya mundur dan denda itu terhitung dari 1 Januari 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung Iwan Gunawan.

Dia menjelaskan PT Bina Mulya didenda karena harusnya jalan layang tersebut selesai Desember 2019, namun pengerjaan harus dilanjutkan pada 2020. "Saat ini pengerjaannya sudah sampai 85 persen dan sisa 15 persen lagi diperkirakan pertengahan Februari 2020 ini selesai," katanya.

Untuk diketahui, nilai proyek pembangunan fly over itu menelan anggaran Rp35 miliar yang dikerjakan dari pertengahan 2019 dan saat ini pembangunannya menyisakan 15 persen lagi. "Denda itu didapat dari dana proyek yang dikalikan sisa pekerjaan kemudian dikalikan 1/1000 setiap harinya maka dapatlah Rp5,2 juta per hari," katanya.

Dia mengungkapkan masih ada waktu 1 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pihaknya pun terus mengebut proyek itu sambil menunggu PLN memindahkan beberapa tiang listrik yang masih ada di ruas Jalan Komarudin.

Di tempat yang sama, pengawas kontraktor dari PT Bina Mulya Lampung Sutarno mengungkapkan sampai saat ini pengerjaan jalan layang itu tinggal 15 persen lagi dan meyakini proyek tersebut akan selesai pertengahan Februari 2020. "Nanti akhir Februari jalan layang ini sudah bisa dioperasikan, sedangkan untuk denda itu memang ada dan sudah sesuai dengan kontrak yang kami lakukan dengan Pemkot Bandar Lampung," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar