#akreditasi#humaniora#perguruantinggi#umlampung

Program Studi UM Lampung Siap Berakreditasi A

( kata)
Program Studi UM Lampung Siap Berakreditasi A
Rektor UM Lampung Dalman (dua kiri) bersama Nawari Ismail, ketua tim asistensi penyusunan borang akreditasi dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (22/11/2018), di kampus setempat

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Program studi (prodi) di Universitas Muhammadiyah Lampung (UM Lampung), khususnya Prodi Ekonomi Syariah dan Prodi Perbankan Syariah, siap memiliki akreditasi A. Hal itu menyusul penyelenggaraan asistensi penyusunan borang akreditasi yang dipimpin Nawari Ismail dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan  (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (22/11/2018).

Rektor UM Lampung Dalman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya asistensi penyusunan borang akreditasi ini dan berharap setelah mengikuti bimbingan pengisian borang semua prodi dapat mempersiapkan rak borang lebih awal sehingga seluruh isinya dapat tersusun baik.

“Universitas Muhammadiyah Lampung melalui asistensi ini menginginkan sudah ter-upload di borang akreditasi yang menggunakan standar VII sebelum diberlakukan standar IX pada 2019. Kedatangan Majelis Diktilitbang yang juga merupakan tim assessor akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi dapat melakukan pendampingan pengisian borang untuk akreditasi institusi yang lebih baik,” ujarnya.

Dalman melanjutkan jika seluruh prodi siap lebih awal, saat akreditasi dilaksanakan semua dalam keadaan siap dan hasil yang maksimal akan didapat.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula Pengurus Majelis Dikti Litbang Muhammadiyah Edy Suandi Hamid yang menekankan indikator komunikasi yang baik untuk menjadi kunci keberhasilan.

“Komunikasi, untuk karya-karya yang bersinar, karier-karier pemimpin harus memiliki indikator komunikasi yang utama. Setidaknya communication skill menjadi yang teratas karena ketika komunikasi buruk, sesuatu yang baik akan menjadi buruk atau bias, hal ini tidak boleh terjadi di level seorang pemimpin karena nantinya akan ditangkap lain oleh bawahannya,” kata Edy.

Menurutnya, hal ini sama dengan asistensi pengisian borang akreditasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Lampung, termasuk di dalamnya dalam penyampaian menggunakan komunikasi yang tertata baik, maka akan menimbulkan efek yang lebih berkesan bagi tim assessor.

Selain itu, Edy juga menyampaikan hal-hal penting terkait trik dalam pengisian borang, di antaranya sesuai dengan konsep dan falsafah yang melandasi layanan akademik dan profesional perguruan tinggi, serta manajemen perguruan tinggi. Selanjutnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menyusun dokumen secara komprehensif  dan terintegrasi yang menggambarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang  bersangkutan.

“Sertakan tabel, grafik, gambar atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini serta prospek dan kecenderungan yang dianggap perlu untuk menunjukkan kapasitas dan atau kinerja institusi selama rentang waktu tertentu,” kata mantan Rektor Universitas Islam Indonesia itu.

Selain itu, unsur 5W 1H juga perlu dilakukan analisis mendalam sehingga akan terbentuk suatu alur berdasarkan kondisi sebelum ini, saat ini, dan masa depan. Terpenting juga mengedepankan dasar dan prinsip kejujuran, etika, nilai-nilai dan norma akademik, serta mengungkapkan kesesuaian antara rencana kerja dan atau penyelenggaraan program institusi dengan visi dan misi institusi.

Rilis

Berita Terkait

Komentar