#sekolahlapang#perkebunan#beritalambar

Program SLPOPT dan Budidaya Tembakau Awali Kegiatan Disbun Lambar

( kata)
Program SLPOPT dan Budidaya Tembakau Awali Kegiatan Disbun Lambar
Ilustrasi sekolah lapang perkebunan tembakau. Foto: Google Images

Liwa (Lampost.co): Kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (SLPOPT) kopi dan budidaya tanaman tembakau akan mengawali kegiatan bidang perkebunan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Bunnak Lampung Barat Tahun Anggaran 2020.

Kegiatan itu merupakan salah satu prioritas dalam rangka peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan di Lambar. Dari sejumlah program bidang perkebunan, kegiatan sekolah lapang pengendalian organisme pengganggu tanaman (SLPOPT) khususnya kopi menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan.

"Untuk kegiatan SLPOPT kopi Februari ini targetnya sudah dimulai," kata Kabid Perkebunan Disbunnak Lambar Sumarlin mendampingi Kadis Agustanto Basmar, Senin, 13 Januari 2020.

Dia mengatakan kegiatan sekolah lapang pengendalian hama dan penyakit atau pengganggu tanaman kopi itu juga menjadi prioritas. Kegiatan ini antara lain berupa bimbingan teknis pengendalian hama dan penyakit tanaman yang rencananya akan dilaksanakan untuk 10 kelompok dengan kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman kopi seluas 250 Ha.

Selain SLPOTP, lanjut Sumarlin, kegiatan yang akan segera dilaksanakan yaitu program pengembangan tembakau. Program pengembangan tembakau dilaksanakan dengan segera untuk menyesuaikan jadwal tanam. 

Dimana program pengembangan tembakau pelaksanaan tanam sebaiknya dilaksanakan diawal tahun atau disaat curah hujan masih cukup serta untuk menyesuaikan umur tanaman saat masa panen berlangsung. Karena masa panen tembakau yang baik adalah saat musim kering atau saat cuaca panasnya normal yaitu tidak melewati Agustus.

Untuk pengembangan tembakau, kata dia, saat ini prosesnya baru mau verifikasi calon petani dan calon lahan. Program pengembangan tanaman tembakau tahun ini akan dilaksanakan bagi kelompok tani dengan target luas tanam 10 Ha akan dipusatkan di 5 kecamatan yang berpotensi.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar