#beritalampung#beritapringsewu#sanitasi

Program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat Pertama di Pringsewu

( kata)
Program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat Pertama di Pringsewu
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu, Araina Dwi Rustiani di ruang kerjanya, Rabu, 19 Oktober 2022. Dok/Lampost.co


Pringsewu (Lampost.co): Program Sanimas atau Sanitasi Berbasis Masyarakat untuk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPAL-DS) merupakan salah satu program Kementerian PUPR di bidang sanitasi yang berfokus pada penyediaan sarana prasarana air limbah dengan sasaran desa dengan gizi buruk (stunting), BABS tinggi, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta desa yang tertinggal dan berkembang.

Selain bertujuan untuk peningkatan akses terhadap sanitasi yang layak, program ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu, Araina Dwi Rustiani mengatakan, program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPAL-DS) di Kabupaten Pringsewu merupakan program Kementerian PUPR pertama di tahun 2022.

"Terdapat dua pekon di Kabupaten Pringsewu yang sudah melangsungkan program dari Kementerian PUPR yakni Pekon Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa dan Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu," kata Araina, Rabu, 19 Oktober 2022.

Araina menambahkan anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi sebesar Rp299.950.000 itu terbagi menjadi tujuh titik pembuatan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPAL-DS) di setiap dusun dengan panjang 3x2 meter. Dengan kapasitas setiap titik Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat(SPAL-DS) hanya untuk menampung limbah lima sampai sepuluh rumah.

"Saya berharap dengan adanya program ini, masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan dan tentunya dapat terhindar dari berbagai penyakit," kata dia.

"Saya juga berharap Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharan (KPP) yang sudah dibentuk oleh kepala pekon harus merawat dan mengelola agar terjamin kebersihannya," tambah Araina.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar