#bedahrumah#bantuansosial#beritapesawaran

Program Bedah Rumah APBD Pesawaran Tahun Ini Dibatalkan

( kata)
Program Bedah Rumah APBD Pesawaran Tahun Ini Dibatalkan
Ilustrasi bedah rumah.Dok

Pesawaran (Lampost.co): Wabah Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten Pesawaran membatalkan program bantuan bedah rumah untuk masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Sebelumnya memang Pemda Pesawaran telah menyiapkan program bedah rumah melalui APBD. Namun, hal itu gagal direalisasikan lantaran adanya pandemi Covid-19. Dari Pemda Pesawaran tadinya kita menyiapkan bantuan untuk 100 unit rumah dengan besaran anggaran yang disiapkan Rp15 juta per unit. Tapi hal itu tidak dapat kita laksanakan karena adanya efisiensi anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di Pesawaran," kata Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pesawaran, Leoni, kepada Lampost.co, Kamis, 23 Juli 2020.

Meskipun begitu, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendapatkan bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 270 unit yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

"Ya, pada tahun ini (2020) Kabupaten Pesawaran mendapatkan bantuan BSPS dari APBN untuk rumah tidak layak huni sebanyak 270 unit yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Gedongtataan dan Way Lima," ujarnya.

Dia mengatakan program tersebut saat ini sudah hampir selesai dilaksanakan. "Untuk Pesawaran sudah hampir selesai semua, karena kita masuk dalam tahap satu, dan sudah dimulai sejak bulan Februari (2020) lalu," ungkapnya.

Dijelaskannya, bantuan yang diberikan tersebut sama seperti bantuan bedah rumah dari APBD Pesawaran sebagai stimulan bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni dan setiap unit rumah yang mendapatkan bantuan tersebut berupa uang sebesar Rp15 juta.

"Kalau mekanismenya memang bentuk uang di tabungan. Tapi masyarakat tidak serta-merta dapat uang murni, melainkan dapat berupa material bangunan serta ada untuk upah sebesar Rp2,5 juta jadi total yang didapatkan sebesar Rp17,5 juta per unitnya," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar