#autp#beritalambar#asuransipetani

Program AUTP Bagi Petani di Lambar Minim Peminat

( kata)
Program AUTP Bagi Petani di Lambar Minim Peminat
Ilustrasi. Foto: Google Images

Liwa (Lampost.co): Musim tanam rendeng sudah mulai dari Oktober 2019 lalu yang akan berlangsung hingga Maret 2020 mendatang, namun hingga saat ini belum ada petani di Lampung Barat yang mendaftarkan asuransi bagi tanaman padinya.

Kasi Lahan dan Irigasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar Ferdi Nitiarga mendampingi Kadis Yedi Ruhyadi mengatakan meskipun musim tanam rendeng telah berlangsung terhitung sejak Oktober 2019 lalu dan berakhir pada Maret mendatang akan tetapi belum ada satu pun petani di Lambar yang mendaftarkan lahan tanaman padinya pada program asuransi usaha tanam padi (AUTP).

Menurut Ferdi, padahal program itu penting untuk membantu petani mengantisipasi kegagalan panen yang diakibatkan serangan hama maupun bencana, baik bencana kekeringan maupun banjir. Seperti yang dialami oleh para petani di tiga pekon di Kecamatan Bandarnegeri Suoh belakangan ini.

"Yang pasti tanaman padi yang mengalami bencana banjir ini pasti petaninya menyesal tidak ikut program AUTP tapi apa boleh buat itu sudah terjadi," kata Ferdi, Kamis, 30 Januari 2020.

Ia berharap, kejadian itu (banjir) dapat menjadi satu pelajaran bagi petani dimana bencana itu tidak bisa diprediksi kapan dan dimana terjadinya. Melalui kejadian ini, maka diharapkan kedepan para petani mulai sadar jika program AUTP yang sudah disiapkan pemerintah itu memang perlu untuk melindungi usaha petani dari kegagalan.

Ia mengatakan tahun ini target lahan tanaman padi yang didaftarkan masuk program AUTP di Lambar masih menunggu keputusan. Karena itu, sebagai gambaran maka target sementara masih mengacu kepada target tahun lalu yaitu 1.000 hektare.

"Target itu diharapkan bisa tercapai," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar