#pwnu

Prof Mukri Mengundurkan Diri Sebagai Ketua PWNU Lampung

( kata)
Prof Mukri Mengundurkan Diri Sebagai Ketua PWNU Lampung
Penyerahan surat pengunduran diri pengurus PWNU Lampung yang menjadi pengurus di PBNU pada rapat harian syuriah dan tanfiziah. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Prof Mohammad Mukri mengundurkan diri sebagai ketua tanfiziah pada rapat harian syuriah dan tanfiziah. Pengunduran dirinya disampaikan secara lisan, juga secara tulisan yang kemudian surat pengunduran dirinya kepada syuriah PWNU Lampung dan jajaran pengurus lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU Lampung, Juwendra Asdiansyah. Ia menjelaskan alasan mantan Rektor UIN Raden Intan Lampung (RIL) itu mundur. 

Juwendra menyatakan berdasarkan hasil muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), Prof. Mukri mendapat amanah baru di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi salah satu Ketua di PBNU untuk membantu Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. 

"Ini amanah yang penting, prestisius, dan membanggakan untuk PWNU Lampung," ujarnya melalui telepon, Kamis, 8 September 2022. 

Juwendra menuturkan dalam aturan NU dinyatakan tidak boleh ada rangkap jabatan bagi pengurus di semua level.

"Misal punya jabatan di level wilayah atau provinsi tidak boleh lagi punya jabatan di pengurus besar atau pengurus cabang, jadi tidak boleh satu jabatan," jelasnya. 

Juwendra menambahkan jika lebih dari satu jabatan, yang bersangkutan harus memilih dan harus melepaskan salah satunya. Selain itu, PBNU menegaskan untuk tidak boleh rangkap jabatan.

"Sebagai nahdliyin yang taat konstitusi dan panutan masyarakat di Provinsi Lampung, Prof. Mukri memilih untuk berkhidmat di PBNU, dan mundur dari Ketua PWNU Lampung," ujarnya. 

Setelah Prof Mukri mundur, maka PWNU Lampung akan meneruskan surat pengunduran diri ke PBNU. Karena PBNU yang dapat mengambil keputusan siapa yang menjadi Plt. Ketua PWNU Lampung yang menggantikan Prof. Mukri.

"Keputusannya tidak tahu, karena apa pun keputusan PBNU. PWNU Lampung menaati apa yang diarahkan PBNU," ujarnya. 

Dalam rapat harian syuriah dan tanfiziah, PWNU memilih Prof. Alamsyah sebagai Ketua Harian PWNU Provinsi Lampung. Diketahui Prof. Alamsyah adalah Wakil Rektor 1 UIN Raden Intan Lampung (RIL).

Juwendra melanjutkan PWNU Lampung pada akhir 2022 atau awal 2023, akan menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil) karena masa kepengurusan 2018-2023 akan segera berakhir, pada April atau Mei 2023

"Maka kami sudah persiapkan Konferwil dan nanti akan memilih pimpinan baru PWNU Lampung periode 2023--2028," tuturnya.

Baca juga: Moh Mukri Tetap Jabat Ketua Tanfidziah PWNU Lampung

Terpisah, Ketua PBNU, Prof Mukri membenarkan dirinya jika mundur dari jabtan Ketua PWMU Lampung.

"Maka dengan ini saya resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Tanfiziah PWNU Lampung. Dan akan berkhidmat di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” katanya. 

Prof Mukri menyatakan keputusan itu juga diambil sebagai wujud khidmat di jam’iyyah NU.

“Agar dapat lebih memberikan kebaikan kepada sesama,” ujarnya. 

Ia berharap PWNU Lampung ke depan tetap kompak dan bisa menjaga harmoni sesama pengurus, sehingga bisa memberikan khidmat atau pengabdian terbaik kepada umat, bangsa, dan negara. 

"Diharapkan pula PWNU Lampung ke depan bisa menjadi bagian bagi terwujudnya pembangunan peradaban menyongsong satu abad kelahiran NU," pungkasnya. (CK7) 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar