#kedelai

Produsen Tahu-Tempe Ancam Mogok Produksi

( kata)
Produsen Tahu-Tempe Ancam Mogok Produksi
Pedagang tempe dan tahu di Pasar Bambu Kuning. Putri Purnama/MTVL


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang dan produsen tempe-tahu di Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, mengancam akan menyetop produksi jika harga kedelai tak kunjung ada penurunan. 

Salah satu pedagang sekaligus produsen tempe dan tahu dari Kelurahan Gunung Sulah, Rahmadi menyayangkan harga kedelai yang tak kunjung turun sejak empat bulan belakangan meski stok barang masih sangat banyak.

Baca juga: Harga Kedelai Terus Melambung, Pengusaha Tempe Kian Menjerit

“Harganya nggak wajar, kalau sekali naik bisa sampai Rp500 tapi turunnya lima puluh perak (Rp50), padahal stok masih aman. Kalau naik terus ya kami bisa nggak produksi lagi,” kata dia kepada Lampost.co, Senin, 7 Juni 2021. 

Rahmadi mengatakan seharusnya koperasi produsen tahu tempe Indonesia (Kopti) Bandar Lampung dapat menyalurkan keluh kesah yang dirasakan para produsen dan pedagang tempe. Namun koperasi itu sendiri sudah lama bubar.

“Gimana ya, Kopti sudah bubar jadi nggak ada yang bisa menyampaikan keluhan. Kami maunya pemerintah sidah harga pangan, cari tahu kenapa harga Kedelai ini nggak turun-turun,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Indah, pedagang tempe dan tahu di pasar Gintung Bandar Lampung. Meski harga kedelai naik, pihaknya tidak mungkin menaikan harga dagangannya, karena akan berimbas pada berkurangnya pembeli.

“Sehari saya buat 30 kilogram, tapi ukurannya diperkecil. Bayangin deh kalau harga kedela dari Rp7 ribu sekarang sudah Rp11 ribu, kalau nggak perkecil ukuran bisa rugi,” ujarnya.

Para pedagang dan produsen tempe tahu di Bandar Lampung menyatakan untuk siap setop produksi jika harga tak kunjung turun. Jika produsen kompak untuk tidak membeli kedelai di gudang dalam satu hari maka akan ada pertimbangan menurunkan harga kedelai.

“Ya kalau kompak semua pasti yang di gudang ketar-ketir juga, seharj aja nggak beli kedelai pasti busuk stok yang ada itu,” ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar