#Pertanian#padi

Produksi Padi Lambar Capai 108.721 Ton Pada 2021

( kata)
Produksi Padi Lambar Capai 108.721 Ton Pada 2021
Ilustrasi. Antara Foto


Liwa (Lampost.co) -- Realisasi produksi padi di Lampung Barat mencapai 108.721 ton atau sekitar 85% dari target 128,478 ton pada 2021.

Kabid tanaman pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Onni Violetta Saragi mendampingi Kadis Rusdi, mengaku hasil produksi padi 2021 tersebut mengalami penurunan jika dibanding dengan produksi 2020 lalu yang hasilnya mencapai 130.206 ton.

"Penurunan produksi padi tahun 2021 itu adalah akibat adanya alih fungsi lahan pertanian. Salahsatunya dari lahan sawah menjadi lahan tanaman lainya, lahan bangunan dan lainya," kata dia, Kamis, 13 Januari 2022.

Luasan lahan tanam untuk target produksi pada 2021, kata dia, jumlahnya masih sama dengan luasan pada tahun 2020. Sementara tahun 2021 luasan lahan sudah berkurang hingga 751 Ha. Artinya, jika tidak ada pengurangan lahan akibat alih fungsi itu maka produksi padi diyakini bisa mencapai target produksi.

Pada tahun 2020, kata dia, jumlah lahan pertanian di Lampung Barat tercatat masih sebanyak 11.436 hektare namun di tahun 2021 luasanya hanya 10.465 hektare. Selain itu, di Lampung Barat petani juga belum semuanya bisa melaksanakan tanam hingga 3X dalam setahun.

"Di Lambar petaninya rata-rata masih tanam 2x dalam setahun. Ada yang sudah tiga kali tanam tapi tidak banyak, bahkan ada yang masih tanam sekali saja," kata dia.

Petani di Lambar rata-rata 2X tanam dikarenakan sebagian besar masih sambil mengurus kebun. "Petani alasanya selain mengurus sawah juga mengurus kebun kopi atau kebun sayuran," kata dia.

Produksi padi sebanyak 108,721 ton itu secara rincinya yakni Kecamatan Balikbukit 6.315 ton, Sukau 14.640 ton, Lombok Seminung 3.084 ton Belalalu 3.876 ton , Sekincau 511 ton.

"Kemudian Suoh 20.402 ton, Batu Brak 2.662 ton, Pagar Dewa 3.772 ton, Batu Ketulis 1.818 ton, Bandar Negeri Suoh 21.146 ton, Sumberjaya 5.851 ton, Way tenong 7.112 ton, Gedungsurian 5.220 ton, Kebuntebu 10.061 ton, dan Air Hitam 2.251 ton," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar