belajarmerdekaunila

Prodi PTI FKIP Unila Siapkan Kurikulum Merdeka Belajar

( kata)
Prodi PTI FKIP Unila Siapkan Kurikulum Merdeka Belajar
dok PTI FKIP Unila

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIP Universitas Lampung mulai mempersiapkan kurikulum Meredeka Belajar merdeka. Hal itu dibahas melalui Workshop Kurikulum Merdeka Belajar, pada Jumat, 24 Juli 2020 di Gedung G, Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila.

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Unila, seperti Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FKIP Unila, Dr. Sunyono, M.Si, Ketua Jurusan Pendidikan MIPA, Dr. Undang Rosidin, M.Pd, Ketua Jurusan Ilmu Komputer, Didik Kurniawan, M.T, Ketua TPMF FKIP, Dr. Viyanti, M.Pd, serta undangan-undangan dari luar, kepala SMK dan perwakilan perusahaan di Lampung.

Dalam sambutannya, Dr. Undang Rosidin, M.Pd mengatakan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan penyusunan kurikulum ini yaitu karena adanya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk belajar selama maksimal tiga semester di luar program studinya. Dengan tersedianya pilihan belajar di luar prodi sendiri, mahasiswa diharapkan dapat memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya dalam dunia kerja sesuai dengan passion mereka masing-masing.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FKIP Unila, Dr. Sunyono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop yang melibatkan eksternal sebagai calon pengguna lulusan PTI sangat penting dilakukan agar terjadi kesesuaian antara apa yang dibutuhkan di lapangan dengan apa yang diprogramkan di prodi.

Lebih lanjut, Sunyono menyampaikan sebagai satu-satunya prodi pendidikan teknologi informasi di Lampung, PTI FKIP Unila harus terus berbenah dan mengevaluasi kurikulumnya agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Adapun Ketua Prodi PTI, Wayan Suana, S.Pd., M.Si. dalam paparannya mengungkapkan bahwa saat ini Prodi PTI masih menggunakan Kurikulum 2017. "Dengan adanya Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka maka prodi yang beroperasi sejak tiga tahun lalu ini wajib menyediakan pilihan bentuk pembelajaran lain di luar prodi sendiri yang dapat diambil mahasiswa selama tiga semester," kata dia.

Untuk itu, PTI menyediakan pilihan berupa kegiatan magang di industri selama satu semester pada semester enam, asistensi mengajar di SMK selama satu semester, dan kuliah pada prodi lain di dalam dan luar Unila sebanyak 20 sks. Lebih lanjut disampaikan bahwa pemilihan bentuk-bentuk pembelajaran di luar prodi tersebut disesuaikan dengan profil lulusan yang ditetapkan oleh PTI, yaitu calon pendidik TIK di SMK, tenaga profesional, dan instruktur/trainer.

Peserta workshop yang terdiri dari para kepala SMK, wakil perusahaan, pimpinan fakultas dan jurusan, serta dosen-dosen pengajar di PTI ini sangat aktif memberikan saran-saran dan pandangan mereka masing-masing terkait kurikulum yang sedang disusun dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja. Para kepala SMK seperti SMKN 9 Bandar Lampung, SMKN 4 Bandar Lampung, SMK Tri Karya Utama, serta perwakilan perusahaan siap bekerjasama menerima mahasiswa untuk praktik selama satu semester di tempat masing-masing.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar