#guru

Pringsewu Masih Kekurangan Tenaga Guru

( kata)
Pringsewu Masih Kekurangan Tenaga Guru
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Pringsewu (Lampung.co) -- Pringsewu sampai saat ini masih sangat kekurangan tenaga guru karena jumlah yang ada pun belum mampu mencukupi kebutuhan. Adanya pelarangan pengangkatan guru honorer bisa berdampat bagi proses belajar-mengajar.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pringsewu Eko Kusmirat menjelaskan larangan mengangkat guru honorer akan berdampak karena banyaknya pengurangan guru PNS karena pensiun. “Jumlah guru PNS akan berkurang seiring ada yang pensiun. Kondisi itu tentunya kan memberi dampak pada proses belajar mengajar di sekolah,” ujarnya, Rabu, 12 Februari 2020.

Dia menjelaskan jumlah guru SD saat ini 2.622 orang dengan yang berstatus PNS 1.983 dan sisasnya adalah honorer. Kemudian untuk guru TK yang PNS 28 orang dan guru honorer 279 orang.

Dia menjelaskan guru SMP yang berstatus PNS 749 orang dengan guru honorer 442 orang. "Jadi keseluruhan jumlah guru PNS di Pringsewu 2.760 orang dan guru honorer 1.360 orang," ujarnya.

Dia menambahkan apabila semua guru akan dimasukkan program pegawai dengan perjanjian kerja (P3K), sebagaimana wacana pemerintah tentu akan memberatkan dunia pendidikan. Sebab, dengan sistem P3K tidak semua guru honorer bisa terakomodasi semua karena terbatasnya anggaran.

Dia menambahkan sejak 2018—2020 guru PNS yang pensiun 299 orang, sedangkan guru SMP yang purnatugas dalam waktu yang sama 53 orang. "Artinya, saat ini jumlah guru yang sudah pensiun mencapai 352 orang dari jumlah guru PNS 2.760 orang. Dengan jumlah guru honorer yang mencapai 1.360 orang saja masih kekurangan, apalagi jika guru honorer ditiadakan,” katanya.

Dia menjelaskan saat ini sudah banyak guru sekolah dasar (SD) yang berkurang karena pansiun. Sementara untuk mengangkat guru honorer sudah tidak bisa lagi.

Dinas juga kesulitan memindahkan guru dari sekolah satu ke sekolah lainnya karena harus ada kajian mendalam. "Jika memindahkan guru yang masih terikat kontrak (guru baru) tentu tidak bisa,” ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar