#penculikan#beritatulangbawang#oranggila

Pria Bertato Yang Diamuk Massa di Banjarbaru Diduga Sakit Jiwa

( kata)
Pria Bertato Yang Diamuk Massa di Banjarbaru Diduga Sakit Jiwa
Ibang terduga pelaku penculikan saat diamankan di Mapolsek Banjaragung. Lampost.co/Ferdi Irwanda

Menggala (Lampost.co): Pria bertato yang sempat diamuk massa di Kampung Karyamurni Jaya, Kecamatan Banjarbaru, Tulangbawang lantaran dicurigai sebagai pelaku penculikan diduga memiliki riwayat gangguan jiwa.

Ibang pria berusia 35 tahun itu merupakan warga Prabumulih, Sumatera Selatan. Pria pengangguran itu diketahui sempat membuat geger petugas jaga pintu gerbang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Simpang Pematang, Mesuji empat hari lalu.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mengatakan Ibang sempat mendapatkan perawatan di puskesmas untuk mengobati luka yang dialaminya akibat amukan massa.

Seusai diberikan pengobatan, lanjut Rahmin, Ibang kemudian dilakukan pemeriksaan di Mapolsek setempat. Namun, saat dilakukan interogasi, ia justru memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Terindikasi mengalami gangguan jiwa. Untuk itu petugas kami langsung membawa pelaku tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung guna dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Rahmin, Kamis, 30 April 2020.

Kata Rahmin, saat ini proses hukum terhadap Ibang tengah tertunda lantaran menunggu hasil tes kejiwaannya. Rahmin memastikan, jika Ibang ternyata dalam kondisi sehat maka ia terancam sanksi kurungan penjara 15 tahun.

"Apabila nanti hasil pemeriksaan pelaku ini dinyatakan sehat, pelaku akan dijerat dengan Pasal 83 Jo Pasal 76F Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," katanya.

Berita terkait: Dicurigai Culik Anak, Pria Bertato di Banjarbaru Dihajar Massa

Rahmin menerangkan, aksi penculikan yang menggegerkan warga itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di rumah korban yang berada di Kampung Balaimurni Jaya, Kecamatan Banjarbaru, Tulangbawang.

Saat itu bocah yang baru berusia empat tahun tengah bermain di dalam rumah. Secara tiba-tiba, kata dia, terduga pelaku mengambil dan menggendong bocah tersebut ke arah SDN 1 Balaimurni Jaya. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar