#kekerasananak#asusila#kriminal#pencabulan

Predator Anak Merayu Korban Pakai Modus Alat Kelamin dengan Sebutan Monster

( kata)
Predator Anak Merayu Korban Pakai Modus Alat Kelamin dengan Sebutan Monster
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Polresta Bandar Lampung telah menetapkan IS (37) warga Bandar Lampung sebagai tersangka pelaku asusila (sodomi).

Dalam pengakuannya, IS menggunakan kata 'monster sebagai penyebutan alat kelamin kepada para korbannya ketika hendak merayu atau berbuat asusila. Ia berdalih hal tersebut hanyalah candaan.

"Cuma becanda saja. Saya memang suka sama anak-anak, jadi mereka sering main ke rumah saya. Saya bercanda aja bilang ini monster nih," ujar IS di Mapolresta Bandar Lampung, Senin, 9 November 2020.

IS mengaku sudah cukup lama mengenal salah satu korbannya, berinisial A. Akan tetapi dia membantah perbuatan bejatnya. Cuma saya ajak nonton itu (video porno) saja," kata tukang parkir tersebut.

Baca juga: Predator Anak Cabuli 11 Bocah Masih Diperiksa

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan IS diancam dengan Pasal 82 UU 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

IS diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap 11 anak dibawah umur di sekitar rumah pelaku.

Penangkapan tersangka dilakukan pada Jumat (6 November 2020) dikuatkan dari hasil visum yang dilampirkan korban setelah membuat laporan ke Mapolresta Bandar Lampung.

Menurut Resky, dari hasil visum tersebut, satu dari beberapa orang korban mengalami luka di bagian tubuh (anus).

"Hasil visum yang kami terima ada benda tumpul (alat kelamin) yang menyebabkan luka pada korban," ujar Resky.

Dikatakan Resky, pihaknya segera melakukan penangkapan setelah mengumpulkan tiga alat bukti, seperti hasil visum, keterangan korban, dan pakaian korban hingga ponsel tersangka. "Tiaga alat bukti kami dapatkan," paparnya.

Modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak korban menonton video. Kemudian saat akan dicabuli pelaku, korban diiming-imingi uang dan dibelikan makanan hingga bujuk rayu lainnya.

Fitra Ariansyah selaku Divisi Hukum Komnas Perlindungan Anak (PA)/ Lembaga Perlindungan Anak Bandar Lampung mengapresiasi langkah cepat yang ditempuh Polresta untuk mengungkap perkara asusila dengan korban anak dan menangkap pelaku.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar