#korupsi#hukum

Praperadilan Ditolak, Polda Tahan 3 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Tuba

( kata)
Praperadilan Ditolak, Polda Tahan 3 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Tuba
Ilustrasi.Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Lampung dikabarkan telah menahan tiga tersangka korupsi anggaran Sekretariat DPRD Tulangbawang tahun anggaran 2018-2019. Mereka yakni, Nurhadi dan Syahbari yang merupakan eks bendahara DPRD setempat, dan Badruddin, mantan Sekretaris DPRD Tuba.

"Iya benar, ketiganya sudah ditahan. Penahanan dilakukan setelah Subdit III Tipikor melakukan serangkaian penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Kamis, 24 September 2020.

Pandra mengatakan saat ini penyidik masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan intensif terhadap perkara ini. "Masih dalam proses," ujarnya

Sebelumnya, diberitakan Subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Lampung menetapkan mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tulangbawang sebagai tersangka. Informasi yang didapat Lampost.co, pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial SB.

Dia disangkakan terkait penyalahgunaan keuangan DPRD setempat pada tahun anggaran 2017-2018 dengan cara meminjam uang untuk keperluan Sekretariat DPRD Tulangbawang, namun tak bisa dikembalikan. Selain, SB ada dua tersangka lagi, yakni berinisial N dan B dari Setwan DPRD setempat.

Berita terkait: BKPP Tuba Tunggu Kepastian Hukum untuk Jatuhkan Sanksi ASN Korupsi

Salah satu tersangka, yakni N, mengajukan praperadilan ke PN Tanjungkaramg atas penetapan tersangka oleh Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Lampung. Berdasarkan penelusuran Lampost.co di website PN Tanjungkarang gugatan didaftarkan pada 3 Agustus 2020.

Sidang praperadilan tersebut digelar dua kali, yang pertama pada 11 Agustus 2020, dan sidang putusan pada 19 Agustus 2020. Adapun amar putusan sidang, yakni menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil.

Sebelumnya,  Polda Lampung membenarkan penetapan tersangka perkara tersebut. "Kami sudah memeriksa tersangka namun belum menahan," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Ade Safri Simanjuntak, yang kini menjabat sebagai Kapolresta Surakarta, Polda Jawa Tengah, kepada Lampost.co, 31 Juli 2020.

Ia belum memaparkan secara terperinci terkait kronologis perkara tersebut. Namun, dia memaparkan beberapa alasan tidak dilakukan penahanan terhadap para tersangka.

"Alasan tidak dilakukan penahanan karena tidak dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, merusak atau menghilangkan BB,dan kooperatif selama penyidikan dilakukan," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar