#tambakudang#ekbis#beritalampung

Praktisi Akuakultur Kuatkan Pendekatan Kearifan Lokal Atasi Pandemi AHPND

( kata)
Praktisi Akuakultur Kuatkan Pendekatan Kearifan Lokal Atasi Pandemi AHPND
Seminar budidaya udang vanamei di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Rabu, 1 Desember 2021. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) menjadi masalah tersendiri bagi petambak udang. Terlebih, wabah tersebut menyerang di tengah pandemi covid-19 yang menurunkan permintaan masyarakat.

Untuk itu, pandemi pada budidaya tersebut harus ditangani dengan cepat, salah satunya melalui pendekatan kearifan lokal.

Pj Ketua Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung, Eri Brahmantio, menjelaskan selain masalah pandemi covid-19, budidaya udang pun kini turut diserang pandemi AHPND. Bahkan, penyebarannya sempat tak terdeteksi di awal.

Kendati demikian, terdapat petambak-petambak yang lolos dari wabah tersebut. “Untuk itu kami ingin berbagi kepada teman-teman praktisi agar bisa survive dan lolos,” kata Eri, saat seminar budidaya udang vanamei di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Rabu, 1 Desember 2021.

Namun, lanjut dia, kondisi saat ini mulai membaik sekitar 50%, seperti di Dipasena mulai kembali panen secara perlahan. “Tadinya mereka tidak ada panen juga seperti yang dialami di Padang Cermin, Pidada, dan daerah Pesawaran dan Tanggamus lainnya,” ujarnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar