#malapraktik#ppni#jumraini

PPNI Gotong Royong Bayar Denda untuk Jumraini

( kata)
PPNI Gotong Royong Bayar Denda untuk Jumraini
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung Dedi Afrizal. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Jumraini seorang perawat yang tersandung dugaan kasus malapraktik divonis denda Rp20 juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi. Vonis disampaikan dalam sidang putusan pada Kamis, 19 Desember 2019.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung Dedi Afrizal menanggapi hal tersebut menjadi bagian tanggungjawab organisasi. Menurutnya, vonis denda yang dijatuhkan kepda Jumraini diselesaikan dengan gotong royong persatuan perawat di Lampung.

"Terkait denda Rp20 juta itu menjadi tanggungjawab organisasi. Kita gotong royong, kita bantu," kata mantan Ketua DPRD Provinsi Lampung, Jumat, 20 Desember 2019.

Dedi mengatakan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada Jumraini tidak seperti yang dituntutkan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU mengeluarkan tuntutan 42 bulan penjara dengan tuduhan melakukan malapraktik.

"Jumraini hanya terbukti melakukan praktik tanpa izin bukan malapraktik seperti yang tuduhkan oleh JPU sebelumnya," kata dia.

Ia menambahkan pihaknya kini tengah mempelajari kembali vonis dari majelis hakim. Jika menurutnya masih ada faktor yang mendukung pembebasan, pihaknya akan mengajukan banding.

"Kita diberi waktu satu minggu untuk mempertimbangkan vonis hakim. Saya sudah menyampaikan kepada kuasa hukum kita untuk meninjau lagi apakah ada alat bukti lain untuk mengajukan banding untuk memohon pembebasan. Jika tidak kita akan menerima," jelas Dedi.

Sebelumnya, Jumraini divonis majelis hakim melanggar Undang-Undang Nomor 86 tentang Kesehatan. Perawat di salah satu rumah sakit di Lampung Utara itu terbukti melakukan pelanggaran berupa melakukan praktik tanpa izin.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar