#covid-19Lampung#PPKM

PPKM Level 3 Batal, IDI Ingatkan Warga Tetap Waspada

( kata)
PPKM Level 3 Batal, IDI Ingatkan Warga Tetap Waspada
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Bandar Lampung meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus covid-19, meski pemerintah pusat telah membatalkan aturan PPKM level 3 saat natal dan tahun baru (Nataru).

Dewan Pembina IDI Kota Bandar Lampung, Aditya M Biomed mengatakan, pihaknya cukup terkejut dengan dicabutnya pemberlakuan PPKM level 3 secara nasional. Aturan yang harusnya dapat difungsikan untuk mengendalikan aktifitas masyarakat, mulai menjelang hingga setelah akhir tahun itu justru tidak diberlakukan di seluruh daerah.

"Saya juga tahu kasus covid-19 di Lampung cukup melandai, hanya saja di dunia saat ini sedang ramai varian Omicron. Apakah varian ini tidak terpantau oleh mesin PCR atau memang belum masuk ke Indonesia, karena tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah ramai. Menurut saya PPKM disesuaikan saja terutama pada pintu masuk negara, seperti Jakarta, Batam, dan Kalimantan itu rawan," ujarnya, Rabu, 8 Desember 2021.  

Dikatakan bahwa pemerintah perlu belajar dari pengalaman negara lain yang telah ditemukan varian baru dari virus covid-19. Meskipun sampai sekarang varian virus di Indonesia masih original belum terpantau adanya varian lain dari dalam negeri.  

"Ya kita jangan sampai kecolongan untuk yang ketiga kalinya, sebab sudah banyak juga negara lain seperti India dan Tiongkok, karena kurang tepat maksimal dengan pengawasan prokes menjadi penyebab munculnya varian baru," kata dia.  

Terutama di Lampung meskipun kasus harian terkonfirmasi sudah sangat sedikit, jangan sampai kondisi ini membuat seluruh lapisan masyarakat terutama pemerintah lengah, walaupun varian Omicron ini angka kematian sedikit, namun proses penyebarannya sangat tinggi dari varian Delta.

"Dari pandemi harusnya endemi, takutnya sesuai analis kesehatan yang saya dengar ditakutkan kita malah hyper endemi itu juga bahaya endemi tapi banyak," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar