#ppkmmikro#covid-19

PPKM Dilonggarkan, Warung Makan Bisa Beri Pelayanan Penuh

( kata)
PPKM Dilonggarkan, Warung Makan Bisa Beri Pelayanan Penuh
Presiden RI, Joko Widodo. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut diikuti beberapa penyesuaian terkait pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat secara bertahap.

"Pertimbangan aspek kesehatan harus dihitung secara cermat, dan pada saat yang sama, aspek sosial, ekonomi masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, juga harus diprioritaskan," ujar Jokowi dalam konferensi pers secara virtual di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu, 25 Juli 2021.

Sesuai janji, Jokowi melakukan pelonggaran di beberapa aktivitas masyarakat. Seperti pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan buka seperti biasa dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sedangkan, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari dapat dibuka dengan ketentuan yang berlaku.

"Dengan kapasitas maksimum 50 persen, (buka) sampai pukul 15.00 WIB, pengaturan lebih lanjut dilakukan pemerintah daerah (pemda)," kata dia.

Kemudian, pedagang kaki lima (PKL, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB. Operasional dilakukan dengan prokes yang ketat dan pengaturan teknisnya diatur pemda.

Kelonggaran juga diberikan untuk warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka. Mereka diizinkan buka hingga pukul 20.00 WIB. Selain prokes yang ketat, jumlah pengunjung dibatasi. "Maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit," jelasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar