#israel#palestina

PPI Lebanon: Jangan Terkecoh Kabar yang Bisa Melemahkan Empati ke Palestina

( kata)
PPI Lebanon: Jangan Terkecoh Kabar yang Bisa Melemahkan Empati ke Palestina
Bola api dari serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Senin dini hari, 17 Mei 2021. AFP/Anas BABA


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lebanon, Muhammad Dani SM Rabbani, menceritakan pandangannya terhadap konflik Israel dan Palestina berdasarkan kaca mata warga negara beribu-kota Beirut tersebut. 

Menurutnya, nyaris seluruh warga Lebanon memiliki sikap anti-Israel. Penyebabnya justru bukan faktor suku apalagi agama.

"Murni kemanusiaan. Jadi, dalam konteks apapun, warga sudah memandang tindakan Israel terhadap Palestina itu melanggar norma kemanusiaan," ungkap Dani saat menjadi narasumber 'Meneropong Konflik Israel-Palestina dari Lebanon' melalui live Instagram @Lampost.co, Kamis, 20 Mei 2021.

Baca: Hamas Sebut Gencatan Senjata dengan Israel Segera Tercapai

 

Belum lagi, kata Dani, Lebanon sendiri punya perseteruan tersendiri dengan Israel. Dua hari lalu, sekelompok milisi asal Lebanon meluncurkan sebanyak enam rudal dengan sasaran wilayah Israel. 

"Ada tiga unsur sebab perseteruan itu terjadi. Pertama, dari 1976 sampai 1985 ada perang saudara di Lebanon sendiri dan saat itu Israel ambil kesempatan untuk menguasai satu wilayah di Lebanon. Jadi, ada dugaan konflik ini terjadi demi perebutan atau mempertahankan wilayah tersebut," kata dia. 

 

Sekjen PPI Lebanon Muhammad Dani SM Rabbani (Bawah) saat menjadi narasumber 'Meneropong Konflik Israel-Palestina dari Lebanon' melalui live Instagram @Lampost.co, Kamis, 20 Mei 2021.

 

Faktor kedua, kata Dani, memanasnya konflik Israel-Palestina akhir-akhir ini turut memancing aksi demonstrasi sebagian warga Lebanon di wilayah perbatasan namun ditanggapi kekerasan oleh militer Israel sampai menimbulkan korban jiwa.

"Penyebab ketiga memang ada semangat solidaritas warga Lebanon terhadap Palestina," kata Dani.

Akan tetapi, Dani menjelaskan, Lebanon yang warganya memiliki latar belakang suku dan sekte keagamaan yang berbeda-beda menjadikan gerakan perlawanan terhadap Israel pun cenderung diwarnai dengan semangat yang berbeda-beda pula.   

"Memang ada banyak kelompok yang di-branding di Lebanon. Salah satunya kelompok Hizbullah. Kelompok ini memang punya riwayat yang tidak mengenakkan juga dengan Israel. Sehingga ketika ada peristiwa pengiriman rudal, misalnya, maka pihak berkepentingan bisa hanya menyasar atau mengkambing-hitamkan satu kelompok saja," kata dia.

 Bahkan, bisa jadi, kekuatan persenjataan Lebanon secara resmi sebagai sebuah negara masih bisa dibandingi oleh kelompok-kelompok tersebut.

"Jadi wajar jika soal pengiriman rudal ke Israel ada statement  resmi yang mengatakan itu berasal dari Lebanon Selatan," jelas dia.

Dani menyebut, selain kemanusiaan, kepedulian melindungi antarnegara tetangga juga cukup menjadi alasan turut hadirnya Lebanon dalam konfik Israel dan Palestina.

"Jadi, Lebanon, Yordania, Suriah, itu kan mereka dulunya masuk negara kawasan Syam, termasuk beririsan dengan Palestina. Makanya ada beberapa kelompok milisi Lebanon dan Yordania yang bergabung dan turut bertempur di wilayah perbatasan Israel," jelas Dani.

Dani mengajak warga Indonesia tidak gampang terkecoh dengan banyaknya kabar mengenai konflik kedua negara yang justru bertujuan menghilangkan empati terhadap penderitaan warga Palestina.

"Isu dana sumbangan tidak sampai dan lain-lain itu bisa memperlemah dukungan terhadap Palestina. Yakinlah, dukungan dan respons dari Indonesia itu sangat berarti bagi warga Palestina," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar