#beritalampura#ppdb#pendidikan

PPDB SMA di Lampura Tuai Protes

( kata)
PPDB SMA di Lampura Tuai Protes
Ilustrasi PPDB. Foto: Google Images


Kotabumi (Lampost.co): Wali murid yang anaknya ditolak atau gagal mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Lampung Utara (Lampura) tahun ini mengaku kecewa. Pasalnya, jalur zonasi tidak mengakomodir warga yang berada di wilayah sekolah.

Mahyuni, warga setempat mengatakan sebagai keluarga penerima program keluarga harapan (PKH), namun harapannya pupus menyekolah sang anak di sekolah negeri, meski kediamannya tepat berada di depan gerbang SMAN 3 Kotabumi.

Wahyuni mengaku ada warga dari luar kelurahan bahkan luar desa diterima. Sementara anaknya yang berada masih terhitung satu kelurahan yaitu Kota Alam gagal diterima di sekolah tersebut.

"Dari pada masuk negeri, tapi harus mengeluarkan duit Rp2-3 juta mending sekalian di swasta," kata Mahyuni, Selasa, 5 Juli 2022.

Padahal, lanjut Mahyuni, anaknya sehari sebelum pengumuman masih berada di zona aman (masuk zonasi). Namun, saat pengumuman namanya digeser dibawahnya yang berada diluar kelurahan.

"Nilai anak saya di zonasi 945 m, terhitung sama dengan anak di desa sebelah. Namun, pas kesini hilang dari lis. Saya tidak tahu kenapa," katanya.

Meski dia mengaku selama ini masih menerima bantuan pemerintah (PKH) setiap bulannya. Namun, kenyataan di lapangan pada PPDB belum menjadi prioritas. "Itu kenapa saya kecewa, padahal semula telah dilampirkan tapi ditolak pihak sekolah. Kan, aneh begitu," tambahnya.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar