#muhammadiyah#organisasi

PP Muhammadiyah Kosongkan Posisi Yunahar sampai Muktamar

( kata)
PP Muhammadiyah Kosongkan Posisi Yunahar sampai Muktamar
Yunahar Ilyas.Dok Muhammadiyah

Yogyakarta (Lampost.co) -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tidak bakal melakukan pergantian kepengurusan meski sudah kehilangan dua orang yang berposisi ketua. PP Muhammadiah sudah kehilangan ketua, Bachtiar Effendy pada 21 November 2019 dan kurang dari dua bulan, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas, meninggal di RSUP Dr Sardjito pada 2 Januari 2020.
 
"Menurut ketentuan tidak bisa ada yang mengisi sampai nanti ada muktamar. Muktamar akan diselenggarakan Juli tahun ini," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan serta Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai proses pemakaman jenazah Yunahar di Makam Karangkajen Yogyakarta, Jumat, 3 Januari 2020.
 
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan ini mengatakan tidak ada tradisi pergantian posisi pengurus di Muhammadiyah. Ia mengatakan tugas yang ditinggalkan akan diteruskan pengurus yang lain.

"Posisi yang ditinggalkan beliau (Yunahar Ilyas) kosong, tapi urusannya akan diambil alih pimpinan yang lain," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.
 
Muhadjir menjelaskan jabatan yang sempat dipegang Yunahar terbilang unik. Sebab, bidang Tarjih dan Tajdid mengurusi soal kepakaran serta keislaman yang sangat dalam dan luas.
 
"Beliau memiliki pengetahuan keislaman yang multikompleks sehingga banyak hal yang istinbat hukum, beliau yang jadi rujukan," ujarnya.

Berita terkait: Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Meninggal Dunia
 

Muhadjir mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Yunahar. Baginya, Yunahar sosok konsultan bahasa Arab yang komplet di Kemenko PMK.
 
"Saya salah satu yang dekat dengan beliau. Banyak konsultasi dan bertanya. Bahkan, kaitannya bahasa Arab, saya tidak terlalu bagus Arab," katanya.
 
Kelihaian Yunahar dalam kebahasaan Arab tak lepas dari posisinya di PP Muhammadiyah dalam bidang Tarjih dan Tajdid. Bidang ini mengurusi berbagai keilmuan Islam, termasuk tafsir dalam bahasa Arab.
 
Muhadjir berpendapat Yunahar selalu bisa memberikan pendapatnya tentang tafsir bahasa Arab. Yunahar dinilai selalu memberikan makna pembanding dalam kebahasaan Arab.
 
"Apabila ada kebahasaan Arab yang masih ragu, beliau (Yunahar) yang saya minta second opinion yang saya temukan," ujarnya.
 
Muhadjir berharap akan ada sosok pengganti yang bisa meneruskan posisinya saat muktamar nanti. Meskipun ia ragu Muhammadiyah akan mendapat pengganti dengan kemampuan sepadan.
 
"Mudah-mudahan segera ada pengganti. Tetapi saya yakin tak ada yang mengganti peranan beliau selama ini. Mudah-mudahan keduanya diberikan kedudukan yang mulai sesuai amal kebaikannya," ujarnya.
 
Sebelum meninggal, Yunahar Ilyas mengalami sakit komplikasi diabetes. Ia sempat dirawat di PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
 
Rencananya, Yunahar dijadwalkan menjalani operasi cangkok ginjal di RSUP Dr Sardjito. Operasi belum berjalan, Yunahar meninggal dunia pada 2 Januari 2020, jam 23.47 WIB di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Total, Yunahar sudah dua bulan berada di bawah pengawasan medis.
 
Jenazah Yunahar disemayamkan di PP Muhammadiyah dan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman. Jenazah dimakamkan di kompleks permakaman Karangkajen.

Medcom



Berita Terkait



Komentar