#humaniora#sains#ppiptek

PP-Iptek Gelar Lomba Bernuansa Sains bagi SD dan SMP

( kata)
PP-Iptek Gelar Lomba Bernuansa Sains bagi SD dan SMP
Sosialisasi virtual PP-Iptek, Kamis, 9 Juli 2020. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-Iptek) Badan Riset dan Inovasi Nasional Kementerian Riset dan Teknologi menggelar kontes bertajuk sains bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Perlombaan itu ditujukan untuk melihat perkembangan Iptek di daerah.

Direktur PP-Iptek Syachrial Annas menjelaskan pihaknya bersama science center Jawa Timur, Lampung, dan Sumatera Barat menggelar doodle art science contest bagi siswa kelas 4-6 SD dan photography contest bagi pelajar SMP. Program itu untuk melihat kembali perkembangan science center di daerah.

Secara umum, kegiatan tersebut diadakan di delapan dari 24 science center yang tersebar se Indonesia. Kecilnya cakupan kegiatan itu seiring perkembangan Covid-19 yang masih belum berakhir.

"Kami menawarkan kegiatan ini bisa dilakukan di 28 science center daerah. Tapi, seiring kondisi saat ini yang menyanggupinya hanya delapan daerah," kata Syachrial dalam sosialisasi virtual, Kamis, 9 Juli 2020.

Kendati demikian, kedelapan daerah tersebut diharapkan bisa mewakili dan mempromosikan perkembangan iptek di daerahnya masing-masing agar bisa dikenal lebih luas.

Kepala Sub Divisi Program PP Iptek, Putu Lia Suryaningsih mengatakan doodle art merupakan lomba menggambar dengan cara mencoret, menggabung aneka pola gambar, terlihat abstrak, unit, dan lucu bernuansa sains.

Lomba bertajuk Me vs Covid-19 meminta pelajar bersama orang tuanya menyampaikan pandangannya terhadap masa pandemi dalam bentuk gambaran unik. Peserta cukup menggambar di kertas putih ukuran A4 diwarnai menggunakan pensil warna, spidol, cat air, cat minyak, atau kombinasi semuanya.

"Ketentuanya gambar harus manual, bukan digital. Setelah itu, gambar di foto tanpa proses pengeditan dan tidak ditambahkan kata-kata atau slogan, terlebih mengandung SARA," kata Putu.

Peserta juga diwajibkan mevideokan proses penggambaran dengan durasi 30-60 detik. Kedua karya itu diunggah dengan disertai narasi terkait pandangan gambar yang dibuat. 

"Untuk lomba foto tema science behind food and beverage bagi siswa SMP menggunakan kamera ponsel. Foto menceritakan sains di balik foto makanan dan minuman yang diambil. Sebab, kontes ini mengajarkan setiap makanan dan minuman ada aspek sainsnya," ujarnya.

Menurutnya, kriteria penilaian menggambar doodle terdapat pada kesesuaian gambar dengan tema, keunikan ide dan gagasan, komposisi warna menarik, dan narasi. 

"Dengan kriteria kesesuaian gambar dengan tema, keunikan ide dan gagasan, narasi sains dalam foto, dan teknik fotografinya. Juri akan memilih 26 karya pemenang dari masing-masing lomba," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar