#covid-19#tubaba

Positif Covid-19, Warga Tubaba Dikebumikan Tanpa Prokes

( kata)
Positif Covid-19, Warga Tubaba Dikebumikan Tanpa Prokes
Satgas Covid-19 tiyuh Candra Mukti memantau jalannya pemberkatan jenazah suspeck Covid-19, Jumat, 27 Agustus 2021.Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (Lampost.co) --  Salah satu keluarga di kecamatan Tulangbawang Tengah, kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), nekat mengurus dan mengebumikan jenazah keluarganya sendiri meski telah ditetapkan terkonfirmasi positif covid-19 tanpa mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Ketua Satgas Covid-19 tiyuh setempat, Marsudi, mengatakan sejak awal keluarga menolak saran dari Tim Satgas Covid-19 agar dalam pemulasaraannya jenazah menggunakan alat pelindung diri (APD) agar tidak terjadi penularan virus Korona.

"Setelah kami mendapatkan informasi dari rumah sakit bahwa hasil PCR-nya positif, keluarga sudah kami sarankan agar keluarga menggunakan APD yang sudah kami siapkan. Namun, mereka tetap menolak hal itu," kata Marsudi yang juga Kepala Tiyuh Candramukti, Jumat, 27 Agustus 2021.

Karena penolakan tersebut, di rumah duka tidak terlihat petugas yang menggunakan APD. Hanya beberapa petugas tim Satgas Covid-19 tingkat tiyuh, Bhabinkamtibmas Polsek Tulangbawang Tengah dan Babinsa Koramil Tulangbawang Tengah memantau dari jarak jauh sembari memperingatkan agar pentakziah mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: BPBD Pringsewu Makamkan Dua Jenazah Pasien Covid-19 per Hari

Dari pantauan Lampost.co, pemulasaraan jenazah dilakukan secara normal selayaknya bukan pasien covid-19. Bahkan, sebelum pemberangkatan, sempat dilaksanakan ijab qobul pernikahan putrinya dihadapan jenazah dipimpin oleh seorang pembantu pencatat nikah tiyuh serta disaksikan keluarga lainnya.

Dikutip dari surat laporan kronologi penanganan suspeck covid-19 yang dikeluarkan oleh rumah sakit Demang Sempulurraya, Lampung tengah, diketahui pada 25 Agustus 2021 pasien atas nama Ny. S (44), warga tiyuh Candramukti, kecamatan Tulangbawang Tengah sebelum meninggal telah dilakukan swab antigen dengan hasil positif SAR-Cov-2.

Tarjo selaku kepala keluarga membenarkan putusan tersebut. Alasannya, kepergian istrinya dapat diurus layaknya bukan jenazah suspeck covid-19.

" Selesai ini kami tetap akan digelar yasinan sampai 7 hari," ujar Tarjo.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar