#internasional#beritainternasional

Polusi Udara Memburuk, New Delhi Tutup Semua Sekolah

( kata)
Polusi Udara Memburuk, New Delhi Tutup Semua Sekolah
Warga India beraktivitas di tengah kondisi polusi udara di New Delhi, 12 November 2021. (Prakash Singh / AFP)


New Delhi (Lampost.co) – Seluruh sekolah di New Delhi, India, akan ditutup selama satu pekan di tengah memburuknya polusi udara yang mencapai level berbahaya bagi kesehatan. Sabtu kemarin, level partikel beracun PM2.5 di India melampaui 400 dari 500 Indeks Kualitas Udara (AQI).

Angka tersebut 20 kali lipat lebih tinggi dari rekomendasi harian versi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Mulai Minggu ini, tidak boleh ada aktivitas konstruksi selama empat hari," kata kepala menteri New Delhi, dilansir dari CGTN, Minggu, 14 November 2021.

Selain menutup semua sekolah, otoritas New Delhi juga meminta semua pejabat pemerintah untuk bekerja dari rumah masing-masing. Warga New Delhi juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi meminimalisasi paparan polusi udara.

Menurut Dewan Pengendalian Polusi Sentral India, kualitas udara di New Delhi kemungkinan masih akan tetap berada di level parah hingga Kamis pekan mendatang.

Penduduk New Delhi mengalami kualitas udara terburuk tahun ini pada 5 November, satu hari setelah orang-orang yang bersuka ria membakar petasan selama festival Diwali. Kala itu, tingkat PM2.5 melonjak menjadi 463 dari skala 500 AQI. 

Selain dari festival Diwali, kabut asap yang memenuhi ibu kota India juga berasal dari pembakaran jerami para petani di sekitar New Delhi.

PM2.5 adalah partikel beracun berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah, sehingga bisa menyebabkan gangguan pernapasan parah, termasuk kanker paru-paru. 

Udara beracun membunuh lebih dari 1 juta warga pada setiap tahunnya di India. Buruknya kualitas udara juga berdampak pada perekonomian beberapa negara bagian India dan juga wilayah ibu kota yang dihuni 20 juta jiwa.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar