#narkoba#sabu

Polsek Kalianda Menciduk Oknum Sat Pol PP Lamsel yang Simpan Sabu

( kata)
Polsek Kalianda Menciduk Oknum Sat Pol PP Lamsel yang Simpan Sabu
Salah seorang tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang diamankan Polsek Kalianda. Dok. Polres Lamsel


Kalianda (Lampost.co) -- Oknum Satpol PP Lampung Selatan Rosyadi (31) dan Khoirodin (33), warga Desa Kedaton, diringkus aparat Polsek Kalianda karena memiliki narkoba jenis sabu. Petugas juga mengamankan lima paket kecil sabu beserta seperangkat alat isapnya. 

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakub menjelaskan penangkapan awal dilakukan terhadap Rosyadi di kediamannya, Sabtu, 24 Oktober 2020, sekitar pukul 14.45. "Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat " kata dia, Senin, 26 Oktober 2020.

Rosyadi, warga Perumahan Ragom Mufakat II, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, itu mengaku membeli satu paket kecil sabu dari Khoirodin, warga Desa Kedaton. "Sabu dibelinya dari pengedar narkoba," ujarnya. 

Mantan Kapolsek Sidomulyo itu menjelaskan berdasarkan keterangan tersangka yang sudah ditangkap terlebih dahulu, akhirnya dilakukan pengembangan. "Kami melakukan pengembangan terhadap pengedar sabu," ujarnya. 

Tak lama kemudian, tersangka Khoirodin akhirnya ditangkap di Kelurahan Way Urang, tepat di depan rumah dinas ketua DPRD Lampung Selatan. "Pemilik barang terlarang itu berhasil kami bekuk," ujar dia. 

Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka ditemukan lima paket kecil sabu beserta seperangkat alat isapnya. "Tersangka mengakui sabu tersebut miliknya," kata dia. 

Sementara itu, saat di konfirmasi Kasat Pol PP Lampung Selatan Heri Bastian mengaku salah seorang tersangka penyalahgunaan narkoba merupakan anggotanya. "Benar dia anggota Satpol PP, kami ikuti saja penindakan hukum sesuai aturan yang berlaku," katanya. 

Mengenai sanksi kedinasan, pihaknya sedang mengecek status keanggotaan dari tersangka yang sudah diciduk polisi. "Masih dicek, apakah THLS atau PNS. Tidak ada upaya untuk melindungi anggota yang melanggar hukum, apalagi urusan narkoba," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar