#radikalisme#beritanasional#polri

Polri Terpapar Radikalisme

( kata)
Polri Terpapar Radikalisme
Ilustrasi Polri. Foto: Medcom.id

JAKARTA (Lampost.co) -- Dua polwan ditangkap karena diduga terpapar radikalisme. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengakui Polri sudah disusupi paham radikal.
 
"Pasca ditangkapnya Abu Rara (penusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto) di Pandeglang, 36 orang kita tangkap, termasuk dua polwan," ujar Iqbal di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Salah satu polwan yang ditangkap yakni Bripda Nesti Ode Samili. Iqbal mengatakan Polri akan meningkatkan pengawasan internal untuk mengantisipasi masuknya paham radikal ini.

Iqbal menyampaikan Polri menyerahkan kasus dua polwan ini pada proses hukum yang berlaku. Namun, Polri tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
 
"Mereka akan dipecat atas pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian," ujar dia.
 
Nesti ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 3 Oktober 2019. Anggota polwan yang bertugas di Polda Maluku Utara itu diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme.
 
Nesti juga pernah ditangkap jajaran Polda Jawa Timur di Bandara Juanda, Surabaya, pada pertengahan Mei 2019. Nesti menggunakan identitas palsu, dan dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Saat itu, dia dikembalikan ke Polda Maluku Utara untuk dibina.

Medcom

Berita Terkait

Komentar