kasuskorupsi  DjokoTjandrarednotice

Polri Tahan Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi

( kata)
Polri Tahan Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penghapusan red notice atas nama Djoko Soegiarto Tjandra, ditahan. Mereka adalah Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi. 

"Tersangka NB (Napoleon Bonaparte) langsung dilakukan swab dan selanjutnya dilakukan upaya paksa berupa dilaksanakan penahanan," kata Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Sementara itu, Tommy telah menjalani swab test Covid-19 pada pukul 12.00 WIB dan ditahan. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri hari ini.

Awi menyebut penahan dilakukan menjelang pelimpahan berkas tahap kedua kasus pencabutan red notice ke kejaksaan. "(Ini) terkait komitmen polri dalam kasus pencabutan red notice," kata dia.

Selain Irjen Napoleon dan Tommy, kepolisian juga menetapkan mantan Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo dan Djoko Tjandra sebagai tersangka dalam perkara ini. 

Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetyo sebagai penerima suap. Sementara itu, Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai pemberi suap.

Djoko Tjandra dan Tommy dikenakan Pasal 5 Ayat (1) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetyo dijerat Pasal 5 Ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan b, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Medcom







Berita Terkait



Komentar