#PAJAK#TAPPINGBOX#RESTORAN

Polresta Tunggu Laporan Pemkot Bandar Lampung soal Tunggakan Pajak Bakso Sony

( kata)
Polresta Tunggu Laporan Pemkot Bandar Lampung soal Tunggakan Pajak Bakso Sony
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana saat diwawancarai awak media. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung menunggu laporan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat soal tunggakan pajak bakso sony yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, untuk saat ini Polresta hanya melakukan pendampingan terhadap Pemkot setempat.

"Kami hanya pendampingan. Kalau mereka nanti melakukan pemeriksaan pidana PPNS kami melakukan pendampingan,"kata dia di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 6 Juli 2021.

Baca juga :Bakso Sony Tetap Dituntut Lunasi Pajak meski Hengkang

Menurut Resky, untuk menegakkan hukum Peraturan Daerah (Perda) itu adalah kewenangan Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS.

"Kalau mereka nanti mengajukan sidang melalui kami, kalau ada upaya paksa baru kami ikut, intinya menunggu laporan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung menjelaskan potensi pajak pada bakso Sony diperkirakan mencapai Rp400 juta per bulan. 

Baca juga :Pemkot Didorong Hukum Pidana Bakso Sony

Kepala BPPRD Kota Bandar Lampung Yanwardi mengatakan, selama ini setoran pajak yang diterima Pemkot dari manajemen bakso Sony hanya Rp150 juta per bulan.

"Dari 18 gerai bakso Sony yang ada estimasi perkiraan pajak yang dapat disetorkan ke Pemkot sebesar Rp400 juta per bulan, namun saat ini hanya sekitar Rp150 juta," kata dia, Senin, 5 Juli 2021. 

Sejak 2018 Pemkot mulai memberlakukan penggunaan tapping box, dengan harapan adanya peningkatan setoran pajak dari para pelaku usaha.

 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar