#terminalkemiling#beritalampung

Polresta Tolak Penangguhan Penahanan Tersangka Penutupan Jalan Terminal Kemiling

( kata)
Polresta Tolak Penangguhan Penahanan Tersangka Penutupan Jalan Terminal Kemiling
Sekretaris Pengawas DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandar Lampung Alvian. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung menolak pengajuan penangguhan penahanan atas tersangka DS dari Perhimpunan Advokat Indonesia (DS) Kota Bandar Lampung.

DS yang berprofesi sebagai pengacara bersama klien-nya SB diperiksa pada 5 Februari 2021. Usai melakukan serangkaian pemeriksaan hingga gelar perkara, keduanya ditetapkan sebagai tersangka, terkait penutupan jalan di eks Terminal Kemiling. DS dan SB dijerat Pasal 192 KUHP dengan pidana penjara maksimal 15 tahun.

"Hari ini kami datang untuk mendapatkan kesimpulan, ternyata kami mendapatkan SPDP (Surat Diperintah Dimulainya Penyidikan). Artinya permohonan kami itu gagal, enggak dikabulkan," ujar Sekretaris Pengawas DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandar Lampung, Alvian, di Mapolresta, Senin, 8 Februari 2021.

Atas penolakan itu, Peradi belum mengambil langkah lanjutan. Persoalan tersebut akan dibahas dan dikaji terlebih dahulu secara kolektif. "Rabu akan kami bahas bersama terkait langkah-langkah lainnya. Kami akan koordinasi dengan Ketua Peradi," katanya.

Kendati demikian, dia enggan mengomentari pokok perkara yang dilakukan kedua tersangka. "Itu kewenangan penyidik, kami membela beliau karena seorang advokat yang diangkat pengadilan negeri. Kami bekerja berdasarkan UU Advokat, pokok perkara biar nanti dipersidangan," katanya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, mengatakan permohonan penangguhan penahanan belum dikabulkan penyidik. "Berdasarkan hasil gelar perkara dan penilaian subjektif penyidik, belum dikabulkan," ujarnya

Sementara itu, pihaknya juga mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar